Privasi Kini Tiada Lagi

socialtimes.com

Privasi total terhadap data kini sudah tak ada lagi. Meskipun banyak orang percaya bahwa privasi data pengguna sudah sejak lama hilang, namun penelitian baru-baru ini makin menambah keyakinan tersebut.

Sekitar 80 persen dari pengguna yang berusia 20-40 tahun di AS dan Inggris mengatakan mereka percaya privasi total dalam dunia digital adalah sesuatu dari masa lalu. Hampir setengah (49 persen) mengatakan mereka tidak akan keberatan perilaku berbelanja mereka dilacak jika bisa menghasilkan penawaran yang sesuai dari brand dan pemasok.

Kurang dari tiga perempat responden yang berjumlah 2.012 orang yang  percaya bahwa perusahaan/bisnis tidak transparan dalam hal bagaimana informasi pengguna digunakan. Sedangkan sekitar 68 persen responden mengatakan tidak ada transparansi yang cukup tentang apa yang dilakukan oleh perusahaan/bisnis dengan informasi pengguna.

Rata-rata individu yang disurvei memiliki antara tiga dan empat perangkat digital dan menghabiskan rata-rata enam sampai enam setengah jam per hari menggunakan perangkat digital tersebut untuk teks, email dan mengonsumsi berita.

Lebih dari setengah (56 persen) mengatakan mereka mencoba untuk menjaga privasi dengan memasukkan informasi kartu kredit setiap kali  melakukan pembelian online daripada harus  menyimpan data kartu kredit tersebut untuk digunakan di masa depan. Ini artinya pengguna khawatir untuk menempatkan atau menyimpan data kartu kredit mereka di suatu layanan tertentu dan lebih memilih untuk repot memasukkannya setiap kali melakukan transaksi online.

Survei di atas cukup memberi bukti bahwa privasi pengguna memang sudah lama tidak ada. Banyak pengguna yang mau memberikan data-data mereka atau mau di-track perilaku pembeliannya, asalkan memperoleh imbalan tertentu dari perusahaan/bisnis.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: socialtimes.com