Testimoni Mark Zuckerberg di Parlemen Eropa Dikritik

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf kepada anggota parlemen Uni Eropa atas peran Facebook dalam skandal Cambridge Analytica dan berkembangnya berita palsu di Facebook. Mark Zuckerberg juga meminta maaf penyalahgunaan alat Facebook yang digunakan  untuk menimbulkan bahaya. Namun demikian, kesaksiannya tidak menyenangkan semua anggota parlemen pada pertemuan  yang beberapa di antaranya merasa Zuckerberg telah menghindari pertanyaan mereka.

Salah satu politisi Inggris terkemuka kemudian mengatakan sesi testimoni di Parlemen Eropa tersebut telah menjadi kehilangan peluang. Ia menyayangkang format pertanyaan yang memungkinkan Zuckerberg untuk memilih jawaban dan tidak menanggapi setiap poin individu. Formatnya sangat berbeda dari kesaksian Zuckerberg kepada anggota parlemen AS pada bulan April yang lalu.

Ketika testimoni di hadapan anggota KongresAS, politisi AS secara bergiliran memeriksa Mark Zuckerberg dalam serangkaian pertukaran back-and-forth, namun ketika bersaksi di Parlemen Eropa, para pemimpin dari berbagai kelompok politik Parlemen Eropa masing-masing mengajukan beberapa pertanyaan.

Mark Zuckerberg harus menunggu sampai semuanya dikirim sebelum merespons. Zuckerberg menghabiskan 22 menit melalui sejumlah besar pertanyaan yang diajukan kepadanya selama sesi dan mampu memilih mana yang yang akan diberikan jawaban. Beberapa politisi menyatakan frustrasi dan salah satu politisi menuduh Zuckerberg meminta format ini karena suatu alasan.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka tidak memilih struktur tersebut yang kemudian dikonfirmasi oleh presiden parlemen, Antonio Tajani. Dalam konferensi pers lanjutan, Tajani menambahkan bahwa anggota parlemen telah menyadari waktu Zuckerberg terbatas, namun telah memutuskan untuk menggunakan sebagian besar dari periode yang ditentukan untuk berbicara sendiri.

Zuckerberg tidak menjawab pertanyaan tentang apakah Facebook adalah monopoli dan bagaimana rencananya untuk menggunakan data dari  WhatsApp. Zuckerberg juga tidak langsung menjawab pertanyaan tentang profil bayangan atau apakah data pengguna non-Facebook harus dikumpulkan.

Beberapa anggota parlemen juga telah menyuarakan skeptisisme tentang bisnis Facebook. Guy Verhofstadt MEP mengajukan pertanyaan apakah Zuckerberg ia ingin diingat sebagai the genius who created a digital monster yang tidak dijawab boss Facebook tersebut. Anggota Parlemen Inggris dan pemimpin Brexiteer Nigel Farage menyatakan pandangannya bahwa Facebook bukanlah platform yang secara politis netral.

Sumber: BBC