Berita Palsu Viral, WhatsApp Terbitkan Iklan di Koran

Setelah pesan tipuan yang beredar di WhatsApp memicu beberapa insiden penganiayaan massal dalam beberapa minggu terakhir di India, platform pesan yang dimiliki Facebook tersebut kemudian menerbitkan iklan satu halaman penuh di surat kabar terkemuka di India dengan tujuan memberikan penjelasan kepada pengguna tentang cara mengidentifikasi informasi palsu.

Iklan tersebut, yang diterbitkan dalam surat kabar berbahasa Inggris dan Hindi pada hari Selasa minggu lalu muncul segera setelah pihak berwenang India meminta WhatsApp untuk segera bertindak untuk membatasi penyebaran informasi palsu.

Sejak Mei yang lalu, penganiayaan berbasis massa setidaknya telah menimbulkan 24 orang korban yang dituduh sebagai penculik anak yang informasinya viral melalui WhatsApp. WhatsApp digunakan oleh lebih dari 200 juta orang India. Banyak penculik anak yang dituduh lainnya selamat dari serangan lusinan massa dan lainnya luka-luka. Polisi menemukan bahwa pesan WhatsApp massal yang membawa informasi palsu tentang penculik anak yang sedang mondar-mandir di daerah tersebut memicu hampir semua serangan.

Pekan lalu, pemerintah India meminta WhatsApp untuk segera bertindak untuk membendung arus informasi palsu. WhatsApp mengatakan kengerian mereka atas tindakan kekerasan yang terjadi dan akan bertindak untuk mengekang penyalahgunaannya. Iklan koran satu halaman penuh dimulai dengan baris “Bersama kita dapat melawan informasi palsu” dan membawa 10 kiat tentang cara menemukan berita palsu.

Kiat tersebut termasuk memeriksa informasi dengan sumber lain, melihat foto dengan hati-hati karena mereka dapat diedit dengan cara yang menyesatkan dan berpikir dua kali sebelum membagikan pesan jika tidak percaya hal tersebut benar.

Minggu ini, WhatsApp juga menambahkan fitur baru yang akan melabeli semua pesan forward messafe sebagai forward message agar penerima tahu bahwa pesan tersebut tidak dibuat oleh pengirim. WhatsApp juga mengatakan telah memulai  kampanye pendidikan di India untuk menemukan berita dan rumor palsu.

Sumber: The Guardian