Data iCloud Pengguna Apple di China berada di Tangan Pemerintah

Data ICloud milik pengguna Apple yang berbasis di China kini berada di tangan pemerintah China. Email, foto, dan pesan teks pengguna di China kini dikelola oleh divisi perusahaan milik negara, China Telecom.

Para pendukung privasi telah memperingatkan bahwa peralihan tersebut dapat membuat data pengguna rentan terhadap pengawasan negara. Apple mengatakan langkah untuk menyimpan data pengguna secara lokal dibuat untuk mematuhi otoritas China.

Pada tahun 2017, Apple mengumumkan bahwa mereka akan bermitra dengan perusahaan lokal China, Guizhou-Cloud Big Data Industry Development [GCBD], dalam menangani operasi layanan iCloud bagi pengguna Apple Inc. di China daratan. Pada bulan Februari tahun ini, diumumkan data iCloud pengguna di China akan pindah ke pusat data baru di provinsi Guizhou.

Apple mengatakan peralihan tersebut dilakukan agar bisa mematuhi undang-undang keamanan dunia maya setempat. Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Apple mengatakan bahwa meskipun Apple menolak untuk tunduk pada undang-undang tersebut, pada akhirnya Apple gagal.

Kesepakatan Apple untuk mematuhi aturan baru di China kini dibuat runyam dengan adannya perjanjian baru antara operator iCloud Apple dengan perusahaan milik negara, China Telecom. Apple telah mengkonfirmasi bahwa divisi Tianyi Cloud China Telecom telah menandatangani kontrak dengan GCBD untuk menyediakan penyimpanan untuk iCloud China.

Perubahan dalam operasi ini berarti bahwa data pengguna iCloud di China, termasuk email dan foto, sekarang ditangani oleh layanan milik negara, sebuah langkah yang telah menyebabkan kekhawatiran dari pendukung privasi karena akan memberikan akses yang lebih mudah bagi pemerintah China ke informasi pribadi.

Joshua Rosenzweig, wakil direktur penelitian regional di kantor Amnesty International di Hong Kong, mengatakan kepada BBC bahwa perjanjian baru dengan China Telecom menempatkan pengguna China di China berisiko. Langkah ini benar-benar merongrong klaim Apple bahwa mereka memperhatikan privasi pelanggannya dengan serius. Apple seharusnya tidak membiarkan kehausannya untuk keuntungan menempatkan pengguna China dalam bahaya.

Pada bulan Maret yang lalu, Amnesty International meluncurkan kampanye yang menuduh Apple melakukan pengkhianatan jutaan pengguna iCloud China. Amnesty  International mengatakan bahwa Apple telah membuat data pribadi rentan dengan menyerahkan layanan iCloud China ke perusahaan lokal.

Undang-undang China memaksa perusahaan asing untuk menggunakan perusahaan yang dikelola secara lokal untuk menyimpan data dan Apple mengatakan terpaksa memindahkan data pengguna iCloud dan kunci enkripsi yang melindunginya untuk mematuhi aturan ini. Sebelum migrasi, semua kunci enkripsi iCloud disimpan di server AS dan karena itu tunduk pada undang-undang AS di sekitar permintaan untuk akses pemerintah. Dengan server iCloud sekarang di berada China, pemerintah China dapat menggunakan sistem hukumnya sendiri untuk meminta akses.

Sumber: BBC