Video Pelecehan Anak Tetap Online di Facebook

Video grafis yang menunjukkan anak-anak dilecehkan tetap ada di Facebook meskipun banyak permintaan untuk menghapusnya. Moderator Facebook juga tidak menghapus posting yang mendorong kebencian dan secara rutin mengabaikan posting dari anak-anak yang mungkin masih di bawah umur. Tuduhan baru tersebut diungkapkan dalam karya dokumenter Channel 4 Dispatches.

Facebook mengakui telah terjadi kesalahan dan staf yang terlibat telah  dilatih kembali. Facebook mengatakan bahwa mereka belum melihat film dokumenter tersebut, tetapi telah melihat transkripnya. Menurut Facebook banyak hal dalam dokumenter tersebut yang bertentangan dengan kebijakan Facebook dan sedang diselidiki. Facebook mengatakan bahwa mereka telah melatih moderator di perusahaan yang terlibat. Facebook mengatakan bahwa semua moderator di pusat moderasi outsourcing di seluruh dunia akan dilatih kembali.

Dalam film dokumenter tersebut seorang reporter menyamar untuk bekerja sebagai moderator konten Facebook di Dublin. Pekerjaan di sana dialihdayakan ke perusahaan bernama CPL Resources, yang telah bekerja dengan Facebook sejak 2010. Selama pelatihannya, reporter tersebut diperlihatkan video tentang seorang pria yang memukul dan menginjak balita.

Video tersebut telah online sejak 2012 dan digunakan sebagai contoh sesuatu yang akan dihapus di situs Facebook dan ditandai sebagai konten yang mengganggu. Seorang moderator memberitahu reporter bahwa jika ia mulai terlalu banyak menyensor, maka orang-orang akan kehilangan minat pada platform Facebook. Moderator tersebut juga mengatakan bahwa semua ini tentang mencari uang di penghujung hari.

Nicci Astin, seorang juru kampanya yang menentang pelecehan anak, mengatakan kepada program Today BBC bahwa dia telah meminta Facebook untuk menghapus video khusus ini pada tahun 2012, namu telah diberitahu bahwa video tersebut tidak melanggar syarat dan ketentuan Facebook. Menurutnya ada banyak video grafis tentang anak-anak yang disakiti di Facebook dan video tersebut tidak perlu berada di sana. Dari video khusus yang ditampilkan di film dokumenter itu, Astin mengatakan bahwa video masih online meskipun dilaporkan berkali-kali. Menurut Facebook, video asli telah dihapus, tetapi telah diedit ulang dan dibagikan ulang berulang kali sejak saat itu.

Sumber: BBC