Drone Buru Penanaman Kokain di Kolombia

Pemerintah Kolombia mulai menggunakan drone untuk menghancurkan ladang yang menghasilkan kokain. Pesawat kecil berisi herbisida sedang dikirim untuk mencari ladang kokan ilegal. Presiden Kolombia,  Iván Duque lebih menyukai penggunaan pesawat tanpa awak untuk memastikan bahwa kerusakan pada tanaman lainnya dijaga seminimal mungkin.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa pihak berwenang Kolombia telah bermitra dengan perusahaan drone Fumi Drones SAS untuk menyediakan pesawat tanpa awak serta melatih polisi. German Huertas, direktur operasi perusahaan drone, mengatakan bahwa drone telah menghilangkan sekitar 90% dari kokain di setiap acre (0,4 hektar) yang ditargetkan selama tes di provinsi Narino di negara Kolombia.

Uji coba ini melibatkan penyebaran 10 drone, masing-masing seberat 23kg dan membawa glyphosate kimia yang membunuh tanaman. Langkah tersebut menjadi bagian dari desakan Presiden Duque untuk memberantas produksi kokain di Kolombia.

Pada bulan Juni, Office of National Drug Control Policy AS (ONDCP) merilis angka yang menunjukkan pertumbuhan kokain di negara Kolombia telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dengan peningkatan 11% dari 465.000 hektar pada tahun 2016, menjadi 516.000 hektar di tahun 2017.

Presiden Kolombia terdahulu, Juan Manuel Santos, menangguhkan fumigasi udara menggunakan glifosat pada tahun 2015, menyusul peringatan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa bahan kimia tersebut terkait dengan kanker. Sebuah laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan WHO pada tahun 2016 bertentangan dengan temuan ini, menyimpulkan bahwa glifosat tidak mungkin menimbulkan risiko karsinogenik pada manusia dari paparan melalui diet. Menyusul laporan ONDCP, Santos kemudian menyetujui penggunaan drone untuk menemukan dan menghancurkan tanaman kokain.

Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi lonjakan inisiatif untuk menggunakan drone untuk memerangi aktivitas kriminal. Pesawat tanpa awak sebelumnya telah digunakan untuk melacak satwa liar dan mengidentifikasi pemburu di seluruh reserves di Afrika Selatan, sementara Maroko saat ini menguji coba penggunaan drone otonom untuk memindai penangkapan ikan ilegal di Seychelles.

Drone juga telah digunakan di sisi lain perdagangan narkoba. Pesawat tanpa awak telah difilmkan mengirimkan zat terlarang ke tahanan di penjara Inggris, dan pada tahun 2017 agen patroli perbatasan AS mencegat pengiriman metamfetamin yang telah dijatuhkan menggunakan pesawat tak berawak.

Sumber: BBC