Twitter Bekukan Akun Proud Boys

Twitter membekukan banyak akun yang terkait dengan kelompok sayap kanan western chauvinist Proud Boys pada malam peringatan Unite the Right  di Charlottesville. Akun terverifikasi milik kelompok dan pendirinya, Gavin McInnes, diskors karena melanggar kebijakan platform Twitter terhadap violent extremist groups. Sejumlah akun yang tidak diverifikasi yang menjadi bagian dari Proud Boys juga ditangguhkan.

Tindakan oleh Twitter tersebut dihargai karena waktunya di mana Twitter sebelumnya melawan tren yang ditetapkan oleh Apple, Facebook dan YouTube untuk melarang akun dari ahli teori konspirasi Alex Jones. Jones membangun khalayak luas di media sosial sembari menyebarluaskan campuran beracun dari teori konspirasi, misinformasi dan hyper-partisanship, tetapi ia akhirnya dilarang atas pidatonya yang penuh kebencian terhadap kelompok minoritas.

Kebijakan moderasi konten dari semua platform internet utama telah di bawah pengawasan ketat oleh media dan publik dalam beberapa tahun terakhir, karena perusahaan telah bergolak dari kontroversi menjadi kontroversi atas isu-isu seperti campur tangan asing dalam pemilu, meningkatnya ekstremisme politik dan kekerasan, berita palsu dan misinformasi, dan kampanye pelecehan yang ditargetkan.

Pada akhir Juli lalu, The Guardian menanyakan kepada Twitter mengapa Proud Boys yang dianggap sebagai kelompok kebencian oleh Southern Poverty Law Center(SPLC) dan yang anggotanya telah terlibat dalam berbagai pertempuran jalanan dengan kekerasan, diizinkan untuk menggunakan platform tersebut. Pada saat itu, Twitter menolak berkomentar, tetapi menunjukkan kebijakan yang berbunyi bahwa pengecualian akan dipertimbangkan untuk kelompok yang telah direformasi atau saat ini terlibat dalam proses resolusi damai.

Twitter tidak menawarkan penjelasan tentang perubahan sikap terhadap grup tersebut. Banyak anggota Proud Boys hadir di sebuah reli sayap kanan di Portland, Oregon pada tanggal 4 Agustus, yang membuat beberapa perkelahian antara kelompok sayap kanan dan demonstran anti-fasis.

Keputusan Twitter untuk memasukkan Proud Boys sebagai violent extremist group sebagian mengejutkan karena kelompok dan pemimpinnya McInnes telah berusaha mempertahankan jarak retoris dari rasisme terbuka alt-right, mengaku sebagai western chauvinists, tetapi bukan nasionalis kulit putih. Kelompok ini cenderung memuliakan kekerasan, tetapi mengklaim bahwa itu hanya terjadi dalam pembelaan diri.

SPLC baru-baru ini menerbitkan laporan tentang cara kelompok Proud Boys menggunakan grup Facebook rahasia untuk merekrut dan memeriksa anggota baru. Facebook tidak segera menanggapi permintaan dari The Guardian yang menanyakan apakah mereka akan mengikuti jejak Twitter dalam mengklasifikasikan Proud Boys sebagai kelompok kekerasan.

Seseorang yang mengontrol halaman Facebook Bay Area Proud Boys mengatakan bahwa kelompok tersebut akan mulai menggunakan Gab, situs media sosial yang dibentuk sebagai alternatif untuk Twitter dan populer di kalangan alt-right.

Sumber: The Guardian