New Mexico Gugat Google, Twitter dan Pengembang Aplikasi

Jaksa Agung New Mexico Hector Balderas mengajukan gugatan pekan lalu terhadap Google, Twitter, dan sejumlah perusahaan teknologi kecil lainnya karena diduga melacak anak-anak secara online tanpa persetujuan orangtua mereka. Menurut Balderas Google dan Twitter tidak membuat aplikasi yang diduga melanggar undang-undang privasi anak federal. Sebaliknya, perusahaan tersebut memasarkan aplikasi tersebut melalui platform mereka.

Selain Google, perusahaan yang digugat adalah Tiny Lab Productions, platform MoPub Twitter, AerServ, InMobi PTE, AppLovin, dan IronSource. Gugatan tersebut menyatakan bahwa perusahaan telah menciptakan aplikasi yang dipasarkan di Google Play Store yang dilengkapi dengan fungsi pelacakan ilegal. Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak (The Children’s Online Privacy Protection Act, COPPA), sebuah undang-undang yang melindungi privasi anak-anak di bawah usia 13 tahun disahkan pada tahun 1998, tetapi dirombak pada tahun 2012 untuk diterapkan ke jejaring sosial dan aplikasi ponsel cerdas.

Menurut Balderas, aplikasi dapat melacak di mana anak-anak tinggal, bermain, dan pergi ke sekolah dengan ketepatan yang luar biasa. Perusahaan-perusahaan teknologi yang bermitra dengan pengembang aplikasi ini mengambil keuntungan dari anak-anak New Mexico dan risiko pelanggaran data yang tidak dapat diterima serta akses dari pihak ketiga yang berusaha untuk mengeksploitasi dan membahayakan anak-anak tidak akan ditoleransi di New Mexico.

Siaran pers dari kantor Balderas mencantumkan 91 aplikasi untuk melacak anak-anak secara online dengan tidak benar. Mereka semua dikembangkan oleh Tiny Lab, dan mayoritas adalah bagian dari program Designed for Families Google sebelum Google melarang pengembangnya. Tiny Lab menyatakan di situs webnya bahwa mereka tidak melanggar COPPA dengan cara apa pun. Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka melarang Tiny Lab dari Play Store pada 10 September karena pelanggaran berulang dari kebijakannya.

Sumber: Gizmodo

Sumber Foto: Reuters