Google Bantah Klaim Bias Politik

CEO Google Sundar Pichai telah menghadapi tuduhan-tuduhan bias politik dari para politisi AS. Pichai ditanyai oleh anggota Dewan Komite Kehakiman tentang cara perusahaan teknologi menjalankan bisnisnya. Google dituduh memiliki bias yang sengaja diprpgram terhadap pandangan konservatif ke dalam algoritmanya. Sundar Pichai membantah tuduhan tersebut dan mengatakan ada masalah dengan studi yang diklaim untuk menunjukkan hasil pencarian perusahaan mengecualikan pandangan sayap kanan.

Anggota komite Republik Lamar Smith mengatakan suara-suara konservatif sedang dibungkam melalui hasil pencarian Google. Menurutnya tindakan seperti itu merupakan ancaman besar bagi bentuk pemerintahan demokratis AS. Ia percaya hal tersebut tidak terjadi secara kebetulan dan sengaja dimasukkan ke dalam algoritma.

Pichai mengatakan studi independen belum menemukan bias dan menambahkan bahwa bisnis Google transparan tentang cara hasil pencariannya yang dihasilkan. Dia menambahkan bahwa tidak mungkin bagi setiap individu atau kelompok individu untuk memanipulasi algoritmanya. Ia percaya bahwa Google tidak memakai pendekatan politik dalam pekerjaannya.

Pichai juga ditanya tentang pekerjaan yang dilakukan Google di China pada proyek Drafon Fly yang kontroversial. Dragon Fly tersebut diyakini sebagai mesin pencari yang dibuat di bawah pengawasan pemerintah China yang akan menyensor topik atas perintah rezim.

Sebagai tanggapan, Pichai mengatakan bahwa saat ini Google tidak memiliki rencana untuk meluncurkan di China. Google tidak memiliki produk pencarian di sana. Dia mengatakan semua upaya itu internal dan saat ini tidak melibatkan diskusi dengan pemerintah China.

Misi inti Google adalah memberikan pengguna akses ke informasi dan mendapatkan akses ke informasi adalah hak asasi manusia yang penting. Menanggapi pertanyaan lebih lanjut, Pichai mengatakan perusahaan akan sepenuhnya transparan dengan politisi jika perusahaan merilis layanan pencarian di China.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Reuters