WhatsApp Batasi Pesan Terusan Jadi Hanya 5 Kali

WhatsApp mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan pesan terusan atau forwarded message yang sering dituding sebagai sumber hoax. Mulai tanggal 22 Januari 2019 bagi pengguna Android, WhatsApp membatasi jumlah forward pesan menjadi hanya lima kali. Sementara untuk pengguna iOS Apple masih dalam tahap pengembangan.

Pembatasan ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi seluruh dunia. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya WhatsApp mengurangi viralnya hoax atau berita bohong yang ada di platformnya.

Kembali sejenak ke belakang, kebijakn ini sudah dirintis oleh WhatsApp di India pada tahun 2018 yang lalu di mana saat itu banyak pesan palsu terkait penculikan anak yang memakan korban hingga 24 orang meninggal. Saat itu WhatsApp memberlakukan 5 forwarded pesan di India dan 20 forwarded pesan bagi negara lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, tampaknya WhatsApp ingin menerapkan 5 forwarded pesan itu secara global.

Kumparan melaporkan bahwa WhatsApp menilai perilaku pengguna WhatsApp yang gemar meneruskan pesan terbilang sudah mengkhawatirkan. Victoria Grand, VP Public Policy & Communications WhatsApp, mengungkapkan 10 persen pesan yang ada di WhatsApp merupakan pesan terusan (forwarded) yang tidak tahu dari mana asal usulnya, sementara 90 persen pesan berasal dari kiriman personal atau one-to-oneKondisi ini membuat informasi hoax yang tersebar lewat pesan terusan sulit dikendalikan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyambut baik kehadiran fitur ini dan menilai langkah tersebut dapat menekan viralitas konten hoaks yang dibagikan melalui aplikasi WhatsApp. Berdasarkan penelusuran Kominfo, banyak konten hoaks yang produksinya dimulai dari publikasi melalui akun media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Penyebar kabar hoax membuat status kabar palsu lewat akun medsos yang besar kemungkinan adalah akun palsu. Kemudian melakukan screenshot atas pesantersebut, lalu menghapus publikasi serta akun mereka sendiri. Setelah itu, gambar screenshot bakal diviralkan lewat WhatsApp. Teknik ini telah terendus oleh mesin pengais konten yang dioperasikan Kominfo.

Tentunya ada harapan terhadap pembatasan pesan yang bisa diteruskan ini terutama jika dikaitkan dengan hoax. Namun mungkin pemerintah dan mereka yang peduli dengan perang terhadap hoax ini harus tetap realistis karena forwarded message merupakan salah satu carasaja untuk meneruskan pesan, masih ada cara lain misalnya copy dan paste sehingga sebaran hoax belum akan benar-benar berkurang secara signifikan.

Sumber: Detik dan Kumparan

Sumber Foto: Guardian