YouTube Larang Prank yang Berbahaya terhadap Nyawa

Video klip YouTube yang menampilkan pranks berbahaya atau menyusahkan secara emosional telah dilarang dari YouTube. Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap tantangan yang terkadang mengakibatkan kematian atau cedera. Situs berbagi video milik Google mengatakan materi seperti itu tidak punya tempat di YouTube.

Namun, tampaknya YouTube gagal menegakkan aturan yang ada pada konten berbahaya. Laporan Buzzfeed merinci bagaimana gambar yang menggambarkan atau menyinggung, bestiality masih muncul di YouTube meskipun mereka berjanji untuk menghapus materi tersebut bulan April 2018 yang lalu. Beberapa video telah menarik jutaan penayangan. YouTube mengatakan pihaknya bekerja untuk secara agresif menegakkan kebijakan monetisasi untuk menghilangkan insentif terhadap penyalahgunaan tersebut.

Untuk menegakkan aturan baru tentang pranks mungkin terbukti lebih sulit, mengingat ambiguitas atas apa yang dianggap berbahaya atau tidak. YouTube mengatakan bahwa mereka adalah rumah bagi banyak tantangan dan virus prank yang dicintai. Oleh karena itu, YouTube selalu memiliki kebijakan untuk memastikan apa yang lucu tidak melewati batas menjadi berbahaya atau membahayakan nyawa..

Pedoman Komunitas YouTube melarang konten yang mendorong kegiatan berbahaya yang cenderung mengakibatkan bahaya serius, dan tantangan dan lelucon yang berbahaya. Mulai sekarang, YouTube mengatakan tidak akan mengizinkan video yang menampilkan pranks dengan bahaya cedera fisik yang serius. Larangan ini termasuk lelucon di mana seseorang tertipu untuk berpikir mereka dalam bahaya besar, bahkan jika tidak ada ancaman nyata.

YouTube menambahkan bahwa mereka juga tidak mengizinkan lelucon yang menyebabkan anak-anak mengalami tekanan emosional yang parah yang berarti sesuatu yang sangat buruk sehingga bisa membuat anak tersebut trauma seumur hidup.

YouTube mengatakan telah bekerja sama dengan psikolog anak tentang apa yang mungkin merupakan pengalaman traumatis. YouTube tidak memposting daftar lengkap, tetapi mengatakan antara lain termasuk skenario di mana seorang anak tertipu untuk percaya orang tua mereka telah meninggal.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Neo Tech