Tersangka Hoax Bom di Sekolah Dipenjara

Seorang pria Amerika yang dituduh membuat kekacauan di sekolah dan bandara Los Angeles dengan acaman bom tipuan telah ditangkap. Timothy Dalton Vaughn dicurigai sebagai bagian dari kelompok peretas Apophis Squad yang diduga berada di belakang aksi olok-olok tersebut.

Salah satu anggota Apophis, warga negara Inggris George Duke-Cohan, menjalani hukuman penjara tiga tahun karena membantu serangan. Petunjuk terhadap identitas Vaughn muncul ketika sebuah perusahaan game yang diretas dan data penggunanya bocor.

Dalam dokumen dakwaan yang panjang, Vaughn dituduh berkonspirasi untuk melakukan serangkaian serangan peretasan dengan aksi mengancam kantor FBI dengan anthrax dan Ebola, crashing situs web, merusak halaman web, spoofing email serta mengirim ancaman bom ke 2.000 sekolah AS dan 400 sekolah di Inggris.

Satu ancaman bom palsu menyebabkan jet United Airlines dikarantina selama empat jam di Bandara Internasional San Francisco. Dokumen tersebut mengatakan insiden itu terjadi antara Januari dan Agustus 2018. Departemen Kehakiman mengatakan jika Vaughn dinyatakan bersalah atas semua 11 dakwaan yang dihadapinya, ia bisa masuk penjara selama 80 tahun.

Pakar keamanan dunia maya Brian Krebs, yang pekerjaan detektif digitalnya membantu membuka kedok Duke-Cohan, mengatakan identitas konspirator AS yang diklaimnya tetap menjadi misteri selama beberapa waktu lamanya. Petunjuk identitasnya muncul ketika database pengguna dari perusahaan game Blank Media Games dicuri dan tersedia secara online.

Sebuah alamat email yang terlihat di tempat penyimpanan data yang dicuri menyerupai salah satu alias yang diduga digunakan Vaughan dan menunjukkan bahwa siapa pun yang memiliki akun tersebut, ia selalu login secara teratur dari North Carolina. Awal pekan ini, Vaughan ditangkap di rumahnya di Winston-Salem, North Carolina.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph