Facebook Dalam Penyelidikan Kriminal terkait Berbagi Data

New York Times melaporkan bahwa Facebook berada di bawah investigasi kriminal oleh jaksa federal yang meneliti kesepakatan berbagi data dengan perusahaan teknologi besar lainnya, . Grand jury di New York telah memanggil setidaknya dua pembuat smartphone dan perangkat lain terkemuka terkait dcengan penyelidakan tersebut.

Kedua perusahaan tersebut ada di antara lebih dari 150 perusahaan, termasuk Amazon, Apple dan Microsoft yang telah menjalin kemitraan dengan Facebook untuk mengakses informasi pribadi ratusan juta pengguna Facebook. Juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan penyelidik dan menangani penyelidikan itu dengan serius. Facebook telah memberikan kesaksian publik, menjawab pertanyaan dan berjanji bahwa Facebook akan terus melakukannya.

Investigasi kriminal menambah daftar investigasi terhadap Facebook yang sejak terjadinya skandal Cambridge Analytica satu tahun yang lalu menyoroti praktik data dan privasi perusahaan. Investigasi oleh Komisi Perdagangan Federal, departemen kehakiman dan Komisi Sekuritas dan Bursa semuanya telah dilaporkan sebelumnya. Facebook juga digugat oleh Washington DC pada akhir Desember karena mengizinkan Cambridge Analytica memperoleh data pribadi pengguna tanpa izin.

Facebook memberi perusahaan termasuk Netflix, Spotify, Microsoft, Sony dan Amazon kemampuan untuk mengakses data pengguna lama dan setelah itu berhenti berbagi data dengan sebagian besar pihak ketiga. Pada saat itu, perusahaan sangat membantah bahwa kemitraan data ini melanggar privasi pengguna atau penyelesaian tahun 2012 perusahaan dengan FTC.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: The Verge