Raksasa Teknologi Gagal Lindungi Anak-anak

Sebuah penyelidikan menunjukkan bahwa perusahaan teknologi terbesar di dunia dituduh gagal melindungi anak-anak yang berisiko mengalami pelecehan seksual. Facebook, Google, Apple, BT dan Microsoft semuanya akan memberikan bukti kepada Independent Inquiry into Child Sexual Abuse selama 10 hari ke depan.

Alexis Jay, yang memimpin penyelidikan, mengatakan akan mempertimbangkan kelayakan respon dari industri internet terhadap fasilitasi penyalahgunaan online. Dalam sidang, penasihat hukum Jacqueline Carey menguraikan beberapa contoh mengerikan dari groming anak secara online dan dampaknya yang menghancurkan pada kehidupan mereka.

Dia juga mengatakan pertanyaan bahwa basis data kepolisian Inggris berisi lebih dari 13 juta gambar anak-anak yang tidak senonoh. Pada tahun 2018, Internet Watch Foundation telah menerima 105.000 laporan pelecehan seksual anak.

William Chapman, yang mewakili tiga korban pelecehan online, dua di antaranya adalah saudara lelaki dan perempuan mengatakan dalam penyelidikan bahwa perusahaan teknologi besar gagal untuk mencegah anak-anak yang berisiko mengalami pelecehan seksual.

Carey berbicara tentang beberapa langkah yang telah diterapkan oleh perusahaan teknologi, termasuk hashing gambar, yang menyediakan sidik jari digital dari mereka sehingga mereka dapat diidentifikasi jika diedarkan. Salah satu korban, yang berbicara secara anonim, mengatakan bahwa pelakunya telah menghubunginya melalui pesan Facebook dan Twitter, tetapi dia belum melaporkannya ke jejaring sosial.

Sumber: BBC

Sumber Foto: BBC