Baru Dirilis, Facebook Didesak untuk Menghentikan Proyek Crypto-Currency Libra

Seorang anggota parlemen AS mengatakan Facebook harus menunda peluncuran mata uang kripto Libra mereka, beberapa jam setelah jejaring sosial tersebut secara resmi mengumumkan proyek tersebut. Libra, yang akan diluncurkan tahun depan, akan memungkinkan orang melakukan pembayaran melalui aplikasi Facebook dan WhatsApp.

Anggota kongres Demokrat Maxine Waters mengatakan bahwa engingat masa lalu perusahaan yang bermasalah, ia meminta agar Facebook menyetujui moratorium pada setiap gerakan maju mengembangkan mata uang kripto sampai Kongres dan regulator memiliki kesempatan untuk memeriksa masalah ini dan mengambil tindakan.  Dia mengutip sejarah perusahaan Facebook tentang kontroversi yang melibatkan data pengguna di antara kekhawatirannya, dan meminta eksekutif Facebook untuk bersaksi di depan komite.

Facebook berencana untuk mengizinkan para penggunanya untuk membeli Libra dan menyimpannya secara online dalam dompet digital yang disebut Calibra. Kemudian akan dapat ditransfer antarpengguna dan pada akhirnya dapat digunakan untuk membayar tagihan atau membeli barang.

Senator AS Sherrod Brown, yang duduk di Komite Perbankan Senat, mengatakan dia pikir Facebook telah menjadi terlalu besar dan terlalu kuat. Menurutnya ia tidak bisa membiarkan Facebook menjalankan mata uang kripto baru yang berisiko keluar dari rekening bank Swiss tanpa pengawasan.

Regulator Inggris belum mengibarkan bendera merah terhadap mata uang kripto Facebook, tetapi mereka menjelaskan bahwa jika mata uang tersebut mengalami percepatan mereka akan masuk. Atau seperti yang dikatakan gubernur Bank of England Mark Carney kemarin tentang crypto-market secara umum: “Apa pun yang berfungsi di dunia ini akan menjadi sistemik secara instan dan harus tunduk pada standar regulasi tertinggi.”

Jika Libra ingin menjadi pemain besar dalam sistem pembayaran Inggris, ia harus diatur oleh Financial Conduct Authority dan menunjukkan bahwa ia tahu siapa pelanggannya dan bahwa ia memiliki kontrol anti pencucian uang yang kuat.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph