Facebook, Twitter dan Media Sosial Lainnya Diblokir di Liberia

Perusahaan telekomunikasi dan Penyedia Layanan Internet (ISP) di Liberia telah membatasi akses internet di negara tersebut dengan memblokir Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Snapchat di tengah protes anti-korupsi oleh warga Liberia. Langkah ini tampaknya menjadi instruksi dari otoritas Liberia dalam upaya untuk mencoba dan menekan protes “Save The State” terutama di ibukota, Monrovia.

Berdasarkan laporan oleh Netblocks, pembatasan diberlakukan pada 7 Juni 2019.

Cerita tentang pembatasan dan penutupan internet di seluruh Afrika menjadi sangat umum dan laporan tentang pembatasan serta penutupan ini mulai terdengar berulang-ulang Baru-baru ini, pemerintah Benin mematikan Internet selama pemilihan umum. Zimbabwe dan Sudan mengalami penutupan telekomunikasi total sementara di Chad, internet secara efektif dimatikan selama lebih dari setahun.

Dalam semua kasus penghentian atau pembatasan internet di Afrika, hal tersebut ada hubungannya dengan kegiatan sensor terhadap warga negara yang menyuarakan ketidaksetujuan mereka untuk duduk dalam pemerintahan atau pemimpin.

Masalah yang lebih besar, seperti yang juga disaksikan di Liberia, adalah bahwa perusahaan telekomunikasi tidak memberikan perlawanan kepada pihak berwenang seketika mereka diperintahkan untuk membatasi layanan internet. Hal ini disebakan oleh dinamika kekuatan antara negara dan bagaimana lisensi telekomunikasi dikeluarkan di sebagian besar negara Afrika.

Dinamika kekuatan ini membuat perusahaan-perusahaan tersebut berada dalam situasi sulit di mana tidak memenuhi arahan untuk mematikan atau membatasi layanan internet dan melawannya di pengadilan, kemudian dapat mengakibatkan mereka kehilangan lisensi mereka.

Sumber: The Next Web

Sumber Foto: The New Wave