Kota di Florida Bayar Tebusan Ransomware 600.000 Dollar AS

Sebuah kota di Florida telah memutuskan untuk membayar peretas senilai 600.000 dollar AS dalam upaya untuk membuat komputer mereka bekerja kembali. Komputer kota  Riviera Beach, sebuah kota di pinggiran kota Palm Beach tidak dapat digunakan karena kena serangan ransomware.

Virus tersebut membuat email lumpuh, mengenai sistem tanggap darurat dan memaksa staf untuk menggunakan sistem administrasi berbasis kertas. Dewan lokal untuk komunitas sebanyak 35.000 orang tersebut memilih untuk membayar para peretas setelah mempekerjakan konsultan keamanan cyber untuk menyelidiki.

Rose Anne Brown, juru bicara dewan mengatakan kepada bahwa mereka mengandalkan para konsultan keamanan cyber tersebut. Brown mengatakan tidak ada jaminan bahwa peretas akan mengembalikan komputer kota agar bisa bekerja seperti semula setelah mereka dibayar. Tebusan dibayar dalam crypto-currency bitcoin dan pembayaran ditanggung oleh polis asuransi kota.

Komputer-komputer kota Riviera Beach dihantam oleh serangan ransomware pada akhir Mei setelah seorang karyawan mengklik lampiran  jebakan dalam sebuah email. Serangan tersebut juga melumpuhkan stasiun pompa air dan mengharuskan cek pembayaran untuk ditandatangani dan dikeluarkan dengan tangan.

Cesar Cerrudo dari perusahaan keamanan IOActive mengatakan bahwa penjahat dunia maya selalu berusaha untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan melakukan sedikit usaha. Itulah sebabnya menargetkan teknologi kota adalah peluang bisnis yang baik bagi mereka. Sementara perusahaan atau organisasi yang lebih besar telah menjadi jauh lebih sulit untuk diserang karena banyak yang memperketat pertahanan digital mereka. Sebaliknya, kata Cerrudo, jaringan pemerintah daerah jauh lebih mudah ditembus.

FBI, yang diyakini sedang menyelidiki insiden itu, tidak berkomentar mengenai serangan Pantai Riviera atau keputusan untuk membayar. FBI mengatakan bahwa pihaknya telah melihat 1.493 serangan ransomware pada 2018 dan menjaring tebusan sekitar 3,6 juta dollar ASuntuk penyerang.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph