Neo Nazi Dipenjara 21 Bulan Karena Membagi Video Penembakan di Masjid New Zealand

Seorang pengikut neo Nazi, Philip Arps dijatuhi hukuman di pengadilan Selandia Baru karena berbagi video pembantaian Christchurch, serangan teroris terhadap dua masjid yang menewaskan 51 orang pada 15 Maret yang lalu. Arps, yang menganggap dirinya sebagai wakil Adolf Hitler, Rudolf Hess, mengaku bersalah atas dua tuduhan, yaitu berbagi video dan menerima hukuman 21 bulan penjara karena mengirimnya kepada sekitar 30 orang.

Arps mengatakan kepada hakim yang mengadili kasusnya bahwa video pembantaian berdarah tersebut luar biasa.

Serangan teroris itu disiarkan langsung di Facebook selama 17 menit sebelum diturunkan oleh raksasa media sosial, tetapi video tersebut beredar online selama berhari-hari ketika perusahaan-perusahaan seperti Twitter, Facebook, dan YouTube bergegas untuk menghapusnya.

Sensor pemerintah Selandia Baru dengan cepat bergerak untuk mengklasifikasikan video Christchurch sebagai tidak dapat diterima setelah penembakan teroris yang diduga dilakukan oleh Brenton Tarrant, seorang warga negara Australia berusia 28 tahun yang mengaku tidak bersalah atas pembunuhan minggu lalu. Selandia Baru memiliki tradisi hukum umum tentang kebebasan berekspresi, tetapi pemerintah dapat menyatakan materi kontroversial tertentu sebagai ilegal untuk dimiliki dan didistribusikan.

Arps yang berusia 44 tahun memiliki bisnis yang disebut Beneficial Insulation yang menggunakan berbagai citra Nazi pada kendaraannya dan mengenakan biaya 14,88 dollar AS per meter persegi untuk pemasangan insulasi. Angka 14 mengacu pada apa yang disebut 14 words slogan supremasi kulit putih, dan 88 mengacu pada Heil Hitler karena H adalah huruf ke-8 dalam alfabet. Kedua angka tersebut biasa digunakan oleh neo-Nazi sebagai kode.

Situs web Beneficial Insulation, BIIG.co.nz, seharusnya merupakan akronim untuk nama perusahaan, tetapi juga merujuk ke barak BIIg yang digunakan oleh Nazi di kamp konsentrasi Auschwitz di mana setidaknya 1,1 juta orang tewas. Domain BIIG.co.nz tidak lagi aktif, meskipun tidak jelas apakah ditutup oleh Arps atau pemerintah Selandia Baru.

Pada 2016, Arps juga membantu mengantarkan kepala babi ke masjid Al Noor, salah satu dari dua masjid di mana lusinan ditembak di bulan Maret. Arps dilaporkan meneriakkan white power dan bring on the cull di masjid sambil memberi hormat kepada Nazi dalam video yang kemudian dihapus dari internet. Arps didenda 800 dollar AS atas insiden itu.

Dua belas orang lain di Selandia Baru dilaporkan telah didakwa karena mendistribusikan video serangan teroris, meskipun tidak jelas bahwa ada orang lain yang telah dihukum.

Sumber: Gizmodo

Sumber Foto: Gizmodo