Twitter Hapus Akun yang Didukung Iran

Twitter telah menghapus hampir 4.800 akun yang diklaimnya sedang digunakan oleh Iran untuk menyebarkan informasi yang salah. Akun tersebut dihapus bersama akun yang lain dari beberapa kelompok yang berbeda ketika Twitter mencoba untuk mengatasi gangguan yang ada di layanannya.

Twitter mengungkapkan penghapusan tersebut dalam pembaruan laporan transparansi yang bertujuan untuk mengekspos penyebaran informasi yang salah oleh aktor jahat. Dalam laporan tersebut juga turut dihapus akun yang digunakan untuk propaganda Rusia, Katalonia dan Venezuela.

Yoel Roth, kepala integritas situs Twitter mengatakan bahwa 4.800 akun tersebut bukan sebuah blok terpadu. Roth mengatakan satu fraksi, terdiri dari 1.666 akun, secara kumulatif mengirim lebih dari dua juta tweet yang berusaha menyebarkan pandangan yang mendukung kebijakan dan tindakan Iran. Satu kelompok lain yang lebih kecil, totalnya 248 akun, melakukan pekerjaan yang sama, tetapi secara khusus melakukan penyimpangan terkait diskusi tentang Israel. Kelompok terbesar, terdiri dari 2.865 akun menggunakan kepribadian palsu untuk mengarahkan percakapan tentang masalah sosial di Iran dan di tempat lain. Akun-akun ini dihapus pada bulan Mei yang lalu.

Akun lain yang dihaous termasuk 130 akun yang dibuat oleh pendukung kemerdekaan Catalonia, 33 akun dijalankan oleh entitas komersial di Venezuela dan empat akun Rusia yang digunakan oleh Internet Research Agency (IRA) yang terkenal. IRA diyakini telah berusaha untuk memengaruhi pemilihan presiden 2016 melalui media sosial.

Roth mengatakan bahwa Twitter telah mengumpulkan semua akun tersangka yang telah dihapusnya sejak mulai pembersihannya ke dalam kumpulan data yang disediakan untuk para peneliti. Saat ini kumpulan data berisi lebih dari 30 juta tweet dan lebih dari satu terabyte gambar dan video.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Twitter