Aplikasi yang Menggunakan AI untuk Menelanjangi Foto Perempuan Ditutup

DeepNude, sebuah aplikasi yang diklaim dapat menghilangkan pakaian secara digital dari foto perempuan untuk membuat foto telanjang telah ditutup oleh penciptanya. Aplikasi Deepnude dijual seharga 50 dollar AS memenangkan perhatian dan kritik karena sebuah artikel oleh situs berita teknologi Motherboard.

Para pengembang aplikasi tersebut kini telah menghapus perangkat lunak dari internet dengan mengatakan dunia tidak siap untuk itu. Menurut mereka probabilitas bahwa orang akan menyalahgunakannya terlalu tinggi dan mereka tidak ingin menghasilkan uang dengan cara tersebut.

Siapa pun yang telah membeli aplikasi tersebut akan mendapatkan pengembalian uang dan mereka menambahkan bahwa tidak akan ada versi lain yang tersedia dan menarik hak orang lain untuk menggunakannya. Para pengembang juga mendesak orang-orang yang memiliki salinan aplikasi DeepNude untuk tidak membagikannya, meskipun aplikasi tersebut masih akan bekerja untuk siapa saja yang memilikinya.

Tim pengembang aplikasi mengatakan aplikasi itu dibuat sebagai hiburan beberapa bulan yang lalu. Pekerjaan pengembangan ini mengarahkan mereka untuk membuat situs web yang menawarkan versi aplikasi Windows dan Linux. Program ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan menempatkan watermark besar di atas gambar yang dibuat dan versi berbayar yang menempatkan cap fake kecil di satu sudut foto yang diolah.

Dalam pernyataan mereka, pengembang menambahkan bahwa aplikasinya tidak terlalu bagus, hanya bekerja dengan foto-foto tertentu. Meskipun demikian, minat yang dihasilkan oleh kisah Motherboard menyebabkan situs web pemilik aplikasi mogok saat orang berusaha mengunduh perangkat lunak.

Katelyn Bowden, pendiri kelompok kampanye anti-balas dendam porno, Badass mengatakan bahwa aplikasi tersebut mengerikan. Dengan aplikasi tersebut siapa pun dapat menemukan diri mereka sebagai korban balas dendam porno, tanpa pernah mengambil foto telanjang. Ia menambahkan bahwa teknologi ini seharusnya tidak tersedia untuk umum.

Aplikasi ini dilaporkan menggunakan AI-based neural networks untuk menghapus pakaian dari gambar perempuan untuk menghasilkan foto telanjang yang realistis. Jaringan telah dilatih untuk mencari tahu di mana pakaian berada di dalam foto, menutupi mereka dengan mencocokkan warna kulit, pencahayaan dan bayangan dan kemudian mengisi perkiraan fitur fisik.

Teknologi ini mirip dengan yang digunakan untuk membuat apa yang disebut deepfake, yang mampu memanipulasi video untuk menghasilkan klip realistis yang meyakinkan. Perangkat lunak deepfake awal digunakan untuk membuat klip porno selebriti.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The New Media