Equifax Bayar Lebih dari 700 Juta Dollar AS untuk Menyelesaikan Pelanggaran Data

Lembaga pemeringkat kredit Equifax telah setuju untuk membayar hingga lebih dari 700 juta dollar AS sebagai bagian dari penyelesaian dengan regulator AS setelah pelanggaran data pada 2017. Komisi Perdagangan Federal atau FTC AS menuduh perusahaan yang berpusat di Atlanta tersebut gagal mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengamankan jaringannya.

Sebanyak 147 juta data pribadi pengguna terungkap dalam insiden itu. Setidaknya, sebanyak 300 juta dollar AS dari jumlah yang harus dibayar Equifax akan digunakan untuk membayar layanan pencurian identitas dan biaya terkait lainnya yang dijalankan oleh para korban. Jumlah ini akan berkembang hingga maksimum 425 juta dollar AS jika diperlukan untuk menutupi kerugian konsumen.

Sisa uang itu akan dibagi antara 50 negara bagian dan teritori AS dan penalti yang dibayarkan kepada Biro Perlindungan Keuangan Konsumen. Penyelesaian ini merupakan penyelesaian pelanggaran data terbesar FTC hingga saat ini, melampaui denda 148 juta dollar AS yang disetujui Uber tahun lalu.

Ketua FTC, Joe Simons mengatakan bahwa Equifax gagal mengambil langkah-langkah dasar yang mungkin mencegah pelanggaran. Penyelesaian ini mensyaratkan perusahaan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan datanya ke depan dan akan memastikan bahwa konsumen yang dirugikan oleh pelanggaran ini dapat menerima bantuan untuk melindungi diri mereka dari pencurian identitas dan penipuan.

FTC menambahkan bahwa di antara informasi yang dicuri, para peretas menyalin setidaknya 147 juta nama dan tanggal lahir, sekitar 145,5 juta nomor Jaminan Sosial dan total 209.000 nomor kartu pembayaran dan tanggal kedaluwarsanya. Kantor Komisi Informasi Inggris juga telah mendenda Equifax  dengan denda 500.000 pound karena gagal melindungi informasi pribadi hingga 15 juta warga Inggris selama serangan yang sama.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph