Facebook: Cacat Desain, Ribuan Anak Chatting dengan Pengguna Tidak Sah

Aplikasi Messenger Kids Facebook dibuat berdasarkan premis sederhana, yaitu anak-anak tidak boleh berbicara dengan pengguna yang belum disetujui oleh orangtua mereka. Akan tetapi, cacat desain di aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk menghindari perlindungan tersebut melalui sistem obrolan grup, yang memungkinkan anak-anak memasuki obrolan grup dengan orang asing yang tidak disetujui orangtua mereka.

The Verge melaporkan bahwa selama sepekan terakhir, Facebook telah diam-diam menutup obrolan grup dan memperingatkan pengguna, tetapi belum membuat pernyataan publik yang mengungkapkan masalah cacat desain yang memungkinkan hal tersebut terjadi

Facebook mengkonfirmasi kepada The Verge bahwa peringatan telah dikirim ke ribuan pengguna dalam beberapa hari terakhir. Facebook mengakui bahwa baru-baru ini memberi tahu beberapa orangtua pengguna akun Messenger Kids tentang kesalahan teknis yang dideteksi memengaruhi sejumlah kecil obrolan grup. Facebook mami mematikan obrolan yang terpengaruh dan memberi orangtua sumber daya tambahan tentang Messenger Kids dan keamanan online.

Bug di layanan Messenger Kids muncul dari cara izin unik Messenger Kids diterapkan dalam obrolan grup. Dalam obrolan standar satu-satu, anak-anak hanya dapat memulai percakapan dengan pengguna yang telah disetujui oleh orangtua anak. Namuan izin itu menjadi lebih kompleks ketika diterapkan ke obrolan grup karena banyak pengguna yang terlibat. Siapa pun yang meluncurkan grup dapat mengundang pengguna mana pun yang diizinkan untuk mengobrol dengan mereka, bahkan jika pengguna itu tidak diizinkan untuk mengobrol dengan anak-anak lain dalam grup. Akibatnya, ribuan anak dibiarkan mengobrol dengan pengguna yang tidak sah yang merupakan pelanggaran janji utama Messenger Kids. Tidak jelas berapa lama bug hadir di aplikasi, yang diluncurkan dengan fitur grup pada bulan Desember 2017.

Cacat privasi sangat sensitif secara hukum karena Messenger Kids dirancang untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun, dan karenanya tunduk pada Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak (COPPA). Beberapa grup privasi telah menuduh Messenger Kids melanggar COPPA dengan mengumpulkan data pengguna dan kelemahan privasi terbaru ini hanya akan meningkatkan kekhawatiran tersebut.

Masalah ini juga muncul pada waktu yang tidak tepat bagi Facebook sebagai perusahaan, yang saat ini menyelesaikan dakwaan terkait dengan Cambridge Analytica dengan Komisi Perdagangan Federal. Penyelesaian ini, yang dapat diungkapkan kepada publik segera setelah minggu ini, dikabarkan akan memasukkan komite privasi wajib dan denda 5 miliar dollar AS untuk Facebook sebagai perusahaan, tetapi tidak ada langkah menuju tanggung jawab pribadi untuk CEO Mark Zuckerberg. Akibatnya, telah banyak dikritik karena tidak cukup untuk memaksa perusahaan untuk mengadopsi perlindungan privasi yang lebih ketat.

Sumber: The Verge

Sumber Foto: The Verge