Google Perbaiki Algoritma karena Meningkatnya Jumlah Penembakan di AS

Oleh karena sedemikan banyaknya informasi yang salah setelah peristiwa penembakan massal, Google terpaksa untuk menyesuaikan algoritma sebagai kompensasinya. Hal ini diungkap seorang insinyur pencarian senior di Google.

Pandu Nayak, yang bergabung dengan Google 14 tahun yang lalu untuk mengerjakan mesin pencari, mengatakan bahwa pembunuhan massal menghadirkan tantangan yang semakin meningkat bagi mesin pencari untuk memberikan hasil yang akurat. Nayak mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, ada peningkatan penembakan yang tragis dan ternyata selama penembakan ini, banyak informasi yang salah dapat muncul dengan berbagai cara.

Untuk mengatasinya, Google telah mengembangkan algoritma yang mengakui bahwa peristiwa buruk sedang terjadi dan bahwa Google meningkatkan pengertian  tentang otoritas, menambah bobot otoritas di peringkat hasil pencarian sehingga memunculkan konten berkualitas tinggi daripada informasi yang salah dalam waktu kritis tersebut Otoritas, menurut definisi Google, berarti halaman yang mematuhi pedoman evaluator kualitas pencarian perusahaan.

Pedoman kualitas pencarian pertama kali diterbitkan pada tahun 2013, tetapi penilai telah lama menjadi bagian inti dari bagaimana perusahaan menilai perubahan pada algoritmanya. Namun, baru-baru ini, mereka secara eksplisit diarahkan untuk menjaga ujaran kebencian, informasi yang salah, dan berita palsu dari hasil pencarian. Pada tahun 2017, Google menambahkan kemampuan eksplisit untuk penilai untuk menandai item pencarian sebagai upsetting-offensive, setelah Guardian dan Observer mempublikasikan serangkaian artikel yang menunjukkan bagaimana mesin pencari mempromosikan konten ekstremis.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: The Telegraph