Hacker Inggris Terhindar dari Hukuman Penjara

Hacker komputer asal Inggris yang membantu menghentikan serangan cyber besar-besaran yang memengaruhi NHS pada 2017 telah terhindar dari hukuman penjara di AS atas tuduhan peretasan berbahaya. Pada bulan April yang lalu, Marcus Hutchins yang berusia 25 tahun mengaku bersalah atas dua tuduhan membuat perangkat lunak berbahaya atau malware.

Jaksa menuduh bahwa malware membuat penjahat cyber mencuri detail perbankan online dari pengguna internet. Hutchins mengaku membuat dua program yang dikenal sebagai Kronos dan UPAS Kit.

Sejak penangkapan Hutchins pada 2017, ia tetap di AS dengan jaminan. Hakim yang memimpin sidang Hutchins, JP Stadtmueller, mengatakan bahwa pria berusia 25 tahun tersebut akan menghadapi satu tahun pembebasan yang diawasi. Namun, ia akan diizinkan untuk kembali ke Inggris dan tidak perlu membayar denda. Sebelumnya, Hutchins menghadapi tuntutan hukuman maksimum 10 tahun penjara.

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan awal tahun ini, penyelidik mengakui bahwa Hutchins, yang dikenal secara online sebagai MalwareTech, tidak lagi terlibat dalam menciptakan malware. Dia menciptakan Kronos dan Kit UPAS antara 2012 dan 2015 tetapi kemudian beralih ke peretasan etis dan penelitian keamanan cyber.

Hutchins, yang berasal dari Ilfracombe di Devon dikenal karena menemukan kill switch untuk ransomware WannaCry, yang melanda NHS dan banyak organisasi lain di seluruh dunia pada Mei 2017. Tiga bulan kemudian, ia ditangkap oleh FBI sebelum naik penerbangan dari Las Vegas ke Inggris.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph