Instagram Kesulitan untuk Menghapus Foto Korban Pembunuhan

Instagram dilaporkan tengah berjuang untuk menghapus foto tubuh seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang menjadi korban pembunuhan. Tampaknya foto tubuh tersebut diposting oleh pria yang kini telah didakwa atas pembunuhannya.

Bianca Devins nama anak perempuan tersebut dibunuh di Utica, New York, pada hari Minggu pagi. Foto-fotonya diposting di akun Brandon Clark di aplikasi perpesanan Discord, di mana pengguna lain memberi tahu polisi. Foto tersebut juga muncul di akun Instagram-nya dan dihapus, tetapi agak terlambat karena sebelumnya foto-foto tersebut telah disalin dan dibagikan oleh pengguna lain yang terhubung ke akunnya.

Banyak dari pengguna Instagram lainnya telah meninggalkan komentar di postingan yang tersisa di akun Brandon Clark, mendesak pengikutnya untuk melihat gambar yang disalin di profil mereka. Kemudian, dalam upaya untuk meningkatkan penyebaran foto-foto tubuh Devins dengan potongan tenggorokannya, pengguna Instagram lainnya mulai memposting foto-foto dirinya dan juga gambar bunga dan binatang, menggunakan namanya sebagai tagar.

Instagram mengatakan bahwa mereka sedang bekerja dengan polisi dan menggunakan kombinasi teknologi dan laporan dari pengguna untuk menghapus akun lain yang mencoba menyebarkan foto tersebut. Juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka melakukan segala upaya untuk menghapus konten tersebut dari platform Instagram. Facebook tidak ingin orang lain melihat konten yang melanggar kebijakan Instagram. Juru bicara tersebut menambahkan bahwa tujuan Instagram adalah untuk mengambil tindakan secepat mungkin dan selalu ada ruang untuk perbaikan.

Keluarga Devins memberikan penghormatan kepadanya, menggambarkannya sebagai seniman berbakat, saudara perempuan yang penuh kasih, anak perempuan, dan sepupu, dan seorang gadis muda yang luar biasa. Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook, polisi Utica mengatakan tampaknya pasangan itu telah bertemu di Instagram dua bulan lalu. Mereka menghadiri konser bersama malam sebelumnya dan berdebat dalam perjalanan pulang.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Next Web