Twitter Tangguhkan Akun Teori Konspirasi setelah di-Retweet Trump

Twitter telah menangguhkan akun yang menjajakan konten yang sarat teori konspirasi setelah Presiden Donald Trump me-retweet tweet dari akun tersebut sebelumnya.

Akun tersebut, yang beroperasi dengan nama tampilan LYNN THOMASdilaporkan ditangguhkan karena melanggar aturan Twitter yang melarang untuk menggunakan beberapa akun untuk memperbesar atau mengacaukan percakapan secara artifisial. Akun tersebut menjadi akun kedua yang jadi korban penangguhan setelah tweet-nya di-retweet oleh Presiden Donald Trump karena melanggar aturan Twitter.

Tweet akun tersebut yang di-retweet Trump  mengatakan:

DEMOCRATS ARE THE ONLY ONES INTERFERING IN OUR ELECTIONS. WHY DO YOU THINK THEY SO STRONGLY OPPOSE VOTER ID?

Tweet tersebut juga membawa gambar berwarna cerah yang mengatakan:

Democrats are the true enemies of America!

Menurut The Daily Beast, akun tersebut juga mendorong teori dan meme konspirasi Qanon. Pos lainnya menyarankan agar Demokrat membunuh anak-anak untuk mencuri pineal glands mereka.

Ini adalah akun kedua yang telah di-retweet Trump kemudian ditangguhkan Twitter. Awal bulan ini, Trump me-retweet konten dari akun yang berpura-pura menjadi akun Reagan Battalion yang diverifikasi, yang kemudian ditangguhkan oleh Twitter karena melanggar kebijakan peniruannya.

Pada bulan Juni, Twitter mengumumkan kebijakan baru yang akan menyembunyikan tweet dari akun berpengaruh, seperti Trump, jika mereka melanggar aturan platform. Jika dianggap tidak pantas, tweet tersebut akan berwarna abu-abu dan pengguna harus menekan tombol View sebelum dapat melihat konten. Bahkan setelah men-tweet komentar rasis tentang Rep. Elijah Cummings (D-MD) dan anggota kongres baru non-kulit putih, Twitter belum menerapkan kebijakan tersebut pada Trump. Satu-satunya tindakan yang diambil terhadap umpannya adalah penangguhan akun yang dia retweet, membuatnya menghilang dari halamannya.

Sumber: The Daily Beast via The Verge

Sumber Foto: The News