Google Ajak Masyarakat Jaga Privasi via Kompetisi Komik

photo_2019-08-21_12-26-14
Google menggandeng sejumlah pihak seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Siberkreasi, ID-IGF, IGF Youth, ICT Watch, dan Kreavi, dalam menyelenggarakan inisiatif Jaga Privasimu.

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait dengan kewaspadaan dalam menjaga keamanan dan privasi ketika berinternet. Salah satu kegiatan yang dilakukan pada inisiatif ini adalah kompetisi komik.

“Masalah privasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Google tahu pentingnya berkolaborasi, karena privasi tanggung jawab kita semua. Jadi perlu kerja sama berbagai pihak. Dan harus diawali dengan knowledge. Masyarakat harus sadar melindungi data privasi,” Head of Public Policy Google Indonesia Putri Alam.

Google juga menyebut perusahaannya mengusung prinsip selalu melindungi privasi pengguna. Sehingga Google terus berupaya untuk mengembangkan teknologi keamanan utk pengguna internet.

Berdasarkan prinsip itu, Google juga menyadari bahwa tidak ada satu solusi yang sesuai dengan semua orang, karena memiliki kebutuhan berbeda.

Karenanya, Google menghadirkan membuat privasi yang dapat disesuaikan pengguna, memungkinkan mereka untuk mengendalikan pengaturan privasi. Google juga menyebut terus membangun dan memanfaatkan infrastruktur keamanan terbaik.

Termasuk melalui fitur verifikasi dua langkah, meski pengguna juga disebut Google harus lebih bertanggung jawab dalam berbagi data mereka, yang akan didukung oleh penggunaan data bertanggung jawab oleh Google.

Inisiatif ini disambut baik oleh Kominfo, menyebut bahwa pengguna internet yang didominasi oleh masyarakat muda dengan usia 13-34 tahun masih memerlukan edukasi agar dapat menggunakan internet dengan lebih baik.

Diwakili oleh Staff Ahli Menteri Bidang Kebijakan Digital Dedy Permadi menyebut bahwa pengetahuan atau kesadaran akan penggunaan platform digital yang bijak menjadi dasar dalam menjaga privasi.

Inisiatif ini mendukung proses edukasi masyarakat muda, dengan cara yang menyenangkan yaitu melalui komik. Sebab, lanjut Dedy, memberikan edukasi untuk masyarakat muda tidak lagi dapat dilakukan melalui cara menggurui atau tradisional lain.

Komik dinilai menjadi cara lebih kreatif untuk dapat menarik perhatian masyarakat muda agar lebih sadar akan permasalahan privasi ini.

Sumber: Medcom ID