Sebanyak 49% Orangtua Ingin Ponsel Dilarang di Sekolah

Kurang dari setengah dariorang tua Inggris atau tepatnya 49% yang berpikir bahwa sekolah anak mereka harus melarang ponsel. Hasil ini merupakan survei yang dilakukan oleh uSwitch baru-baru ini di Inggris. Satu dari delapan orangtua mengatakan sekolah anak mereka sudah melakukannya. Survei tersebut, yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orangtua juga menunjukkan bahwa harga rata-rata gadget yang dibawa ke sekolah oleh setiap anak adalah 301 pound.

Tahun lalu, culture secretary Inggris, Matt Hancock mengatakan bahwa dirinya mengagumi sekolah-sekolah yang memberlakukan larangan telepon genggam. Namun, beberapa orang lain berpendapat bahwa larangan tersebut bisa mencegah anak-anak belajar bagaimana mengatur sendiri penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone.

Survei yang dilakukan oleh Opinium atas nama uSwitch, menunjukkan bahwa biaya rata-rata gadget yang dibawa ke sekolah oleh anak-anak meningkat. Dengan mengekstrapolasi seluruh populasi murid sekolah Inggris Raya, uSwitch memperkirakan bahwa nilai semua gadget yang dibawa ke sekolah pada tahun 2019 akan mencapai 2,3 miliar pound.

Ditambah lagi, sekitar 43% anak-anak sekarang memiliki model ponsel yang lebih baru daripada orangtua mereka, dan secara total orang dewasa menghabiskan 13 miliar pound setiap tahun untuk tagihan telepon yang dihabiskan oleh anak-anak mereka.

Ernest Doku, pakar ponsel di uSwitch mengatakan bahwa jumlah gadget yang dibawa anak-anak sekolah ke kelas setiap hari sangat membingungkan. Ia dapat dimengerti bahwa orangtua khawatir tentang anak-anak mereka yang terganggu oleh ponsel di sekolah, tetapi Doku mengatakan bahwa pelarangan perangkat bukanlah solusi yang mudah.

Menurutnya anak-anak sangat mungkin menggunakan seluruh gadget yang mereka pakai ketika mereka nanti memasuki dunia kerja dan sekolah adalah satu tempat di mana mereka harus dapat belajar tentang teknologi di lingkungan yang aman. Selain itu, banyak orangtua ingin ketenangan pikiran dapat menghubungi anak-anak mereka dalam keadaan darurat, dan mencari tahu di mana mereka berada jika mereka tidak muncul di rumah pada waktu yang biasa, apakah dengan memanggil mereka atau dengan menggunakan aplikasi.

Sumber: BBC

Sumber Foto: BBC