Booking.com Diduga Menyesatkan Pengguna

Sebuah laporan terbaru mengatakan bahwa booking.com diduga terus menyesatkan pelanggannya meskipun ada tindakan keras dari regulator. The Competition and Markets Authority (CMA) memutuskan tahun ini bahwa situs pemesanan hotel tersebut harus meninjau cara mereka menentukan peringkat dan menampilkan kamar hotel terkait adanya tekanan penjualan.

Investigasi oleh Which? mengatakan bahwa Booking.com masih memberikan akun palsu tentang popularitas kamar. Namun, situs tersebut mengatakan kepada bahwa pihaknya bekerja keras untuk mengimplementasikan komitmen yang disepakati dengan CMA.

Which? melakukan pemeriksaan langsung di enam situs web pemesanan hotel terkemuka, yang diperintahkan untuk melakukan perubahan awal tahun ini. Situs yang melanggar harus mengubah praktik mereka hingga bulan September ini. Situs tersebut sebelumnya telah ditemukan terlibat dalam praktik, termasuk klaim diskon menyesatkan, penjualan tekanan dan biaya tersembunyi.

CMA yang pertama kali meluncurkan penyelidikannya ke situs pemesanan online Oktober lalu, mengirim surat peringatan ke sejumlah situs pada bulan Juni, menuntut mereka meninjau praktik mereka untuk memastikan mereka adil, dan mematuhi undang-undang perlindungan konsumen.

Seorang juru bicara untuk Booking.com mengatakan bahwa mereka bekerja terus-menerus untuk menghadirkan transparansi, pilihan dan nilai bagi para pelanggan serta terus menguji dan meningkatkan cara menyajikan layanan secara online.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Thinkstock