Firefox Tak Ada Rencana untuk Membuat Browser Terenkripsi sebagai Default di Inggris

Pembuat browser web Firefox telah mengatakan kepada pemerintah Inggris bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengaktifkan alat privasi web yang kontroversial secara default di Inggris, meskipun meluncurkannya di AS pada bulan September ini. Sebelumnya, Mozilla telah mengumumkan akan menjadikan alat tersebut, yang disebut DNS-over-HTTPS atau DoH, sebagai standar untuk semua pengguna di AS.

Keputusan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di Inggris, karena teknologi ini bisa mematahkan banyak sistem penyaringan dan pemblokiran terpusat untuk mencegah akses yang mudah ke foto pelecehan anak, pembajakan dan bahan teroris, serta kontrol orangtua.

Wakil presiden Mozilla untuk kebijakan, kepercayaan, dan keamanan global, Alan Davidson, mengatakan organisasi nirlaba  tersebut tidak memiliki rencana untuk mengaktifkan fitur DoH secara default di Inggris dan tidak akan melakukannya tanpa keterlibatan lebih lanjut dengan pemangku kepentingan publik dan swasta.

DNS-over-HTTPS adalah penulisan ulang yang signifikan ke salah satu lapisan dasar internet, sistem nama domain, yang digunakan komputer untuk mengubah alamat web yang dapat dibaca menjadi alamat IP yang memberitahu komputer mana server yang spesifik untuk terhubung. Biasanya, pencarian itu dilakukan dengan cara yang tidak terenkripsi, yang dapat memungkinkan penyerang untuk membajak permintaan. Dengan menambahkan enkripsi, DoH menambahkan keamanan ekstra untuk proses penelusuran.

Salah satu efek samping dari DoH adalah bahwa teknologi ini juga mem-bypass filter web Inggris yang menggunakan teknik yang sama, membajak pencarian DNS, untuk mencegah akses mudah ke situs web yang diblokir oleh penyedia layanan internet.

Internet Watch Foundation (IWF) yang menyediakan daftar situs yang menampung gambar pelecehan anak untuk keperluan penyaringan untuk ISP menyatakan keprihatinannya atas teknologi ini karena alasan tersebut. Menurut IWF, cara di mana DNS-over-HTTPS diusulkan untuk diterapkan dapat mengekspos jutaan orang di seluruh dunia pada citra terburuk tentang anak-anak yang dilecehkan secara seksual dan dapat berarti bahwa para korban pelecehan semacam itu dapat terpapar kepada banyak orang yang tak terhitung jumlahnya.

Google juga telah mengumumkan rencana untuk menguji DoH di browser web Chrome-nya, mulai bulan Oktober. Google tidak akan mengaktifkan DoH untuk setiap pengguna, tetapi mengatakan DoH akan default  untuk pengguna yang relatif teknis yang telah memilih untuk beralih penyedia DNS mereka ke perusahaan seperti Google, Cloudflare dan OpenDNS.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Mozilla