Kebocoran Data: Kominfo akan Panggil Lion Air

Kominfo berencana akan memanggil Lion Air Group hari ini terkait adanya berita kebocoran data sebanyak 21 juta penumpang. Dikutip dari Detik,  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan duduk bersama dengan perwakilan dari Lion Air Group terkait kebocoran data penumpang yang tersebar di forum online. Pertemuan kedua belah pihak akan berlangsung hari ini di Kementerian Kominfo, Jakarta.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pertemuan tersebut untuk mendengar langsung penjelasan dari maskapai berlogo singa ini kenapa kebocoran data penumpang bisa terjadi. Samuel mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dan mengundang Lion Air Group untuk meminta klarifikasi langsung dari mereka. Namun Kominfo tidak memanggil perwakilan Amazon Web Services (AWS) dalam pertemuan tersebut karena Kominfo ingin mendengar penjelasan dari Lion Air Group terlebih dahulu.

Sebelumnya diberitakan blog teknologi BleepingComputer mengungkap sebanyak puluhan juta data pelanggan dari dua maskapai penerbangan yang dikelola Lion Air telah bocor di sebuah forum online dalam sebulan terakhir. Data itu terbagi dalam dua database, yang pertama berisi 21 juta data, dan database lainnya berisi 14 juta data, yang tersimpan dalam file backup yang dibuat pada Mei 2019. Data yang bocor terdiri dari informasi kartu penduduk atau KTP penumpang, alamat, nomor telepon, email, hingga nomor paspor.

Database tersebut tersimpan di sebuah direktori file yang dibuat pada Mei 2019 dan berisi data penumpang maskapai Malindo Air dan Thai Lion Air. Kedua maskapai ini di bawah Lion Group, perusahaan yang juga menaungi maskapai Lion Air.

Sumber: Detik

Sumber Foto: The Telegraph