Malindo Selidiki Dugaan Kebocoran Data Penumpang

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 juta data penumpang Lion Air Group beredar di forum online. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh Bleeping Computer. Sehari setelah pengungkapan tersebut, Malindo Air yang merupakan bagian dari Lion Air menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki dugaan kebocoran data tersebut.

Dikutip dari Detik, Malindo Air mengungkapkan beberapa data pribadi penumpang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis cloud, kemungkinan telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Ini artinya mereka memang mengakui telah terjadi kebocoran data tersebut.

PR & Communications Department, Malindo Air Andrea Liong menyatakan bahwa tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut. Malindo Air juga bekerja sama dengan konsultan cybercrime independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan.

Ia menambahkan bahwa Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah-langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010).

Dalam kaitan tersebut, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server. Perseroan juga mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI – Data Security Standard/ DSS). Malindo Air dalam menjalankan bisnis dan operasional patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia.

Untuk tindakan pencegahan, maskapai mengimbau dan menyarankan kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sand jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online.

Sumber: Detik

Sumber Foto: The Daily Mail