TikTok Lakukan Sensor Materi Sensitif terkait Tibet dan Tiananmen

Surat kabar Guardian melaporkan bahwa aplikasi berbagi video TikTok milik China menyensor materi yang sensitif secara politis terhadap pemerintah China. Menurut laporan tersebut, protes Lapangan Tiananmen, kemerdekaan Tibet dan kelompok agama Falun Gong adalah di antara konten yang dilarang atau dibatasi.

Perusahaan induk dari TikTok, Bytedance mengatakan bahwa Guardian melihat pedoman lama yang sekarang telah dihapus. Temuan itu muncul di tengah klaim bahwa protes di Hong Kong juga disensor karena alasan politik.

Surat kabar Guardin mengatakan pedoman untuk moderator mencakup berbagai konten, beberapa di antaranya ditandai sebagai pelanggaran langsung dan dihapus dari situs. Kebijakan lain menandai konten sebagai visible to self yang berarti dapat tetap beroperasi, tetapi distribusinya kepada orang lain terbatas.

Kritik terhadap sistem sosialis China mendapat larangan umum terhadap kebijakan dan aturan sosial negara mana pun. Larangan yang mencakup distorsi sejarah lokal atau negara lain mencakup insiden Lapangan Tiananmen. Larangan terhadap konflik agama termasuk menyebutkan Tibet dan Taiwan, selain menghasut kemerdekaan Irlandia Utara.

Posting yang mempromosikan Falun Gong, yang merupakan kelompok terlarang di China ditandai sebagai pelanggaran langsung, sementara menyebutkan kemerdekaan Tibet, hubungan Taiwan dengan China dan Lapangan Tiananmen, ditandai sebagai visible to self. Pengguna tidak diberi tahu apakah postingan mereka dibatasi karena kontennya dianggap sensitif atau hanya karena dianggap tidak cukup menarik untuk dijadikan viral.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Liputan6