Enkripsi Facebook Ancam Keselamatan Publik

Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel dan rekanannya di AS dan Australia telah mengirim surat terbuka ke Facebook yang menyerukan untuk memikirkan kembali rencana Facebook untuk mengenkripsi semua pesan di platformnya. Menurut mereka kebijakan Facebook tersebut mengancam nyawa dan keselamatan anak-anak.

Mereka juga mengatakan bahwa kebijakan enkripsi dapat menghambat upaya internasional untuk memberikan penegak hukum akses yang lebih cepat ke pesan pribadi di media sosial, seperti yang disepakati antara Inggris dan AS.

Sementara Facebook mengatakan dalih bahwa orang berhak hak untuk melakukan percakapan pribadi online. Pimpinan WhatsApp Will Cathcart mengatakan bahwa enkripsi ujung ke ujung melindungi hak tersebut untuk lebih dari satu miliar orang setiap hari. Facebook mengatakan pihaknya berkonsultasi erat dengan para ahli keselamatan anak, pemerintah dan perusahaan teknologi dan mencurahkan tim baru dan teknologi canggih untuk menjaga orang tetap aman.

Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh Patel, Jaksa Agung AS William P Barr, Penjabat Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS Kevin McAleenan dan menteri Australia untuk Urusan Dalam Negeri Peter Dutton. Surat terbuka tersebut muncul setalh adanya perjanjian akses data antara AS dan Inggris yang dirancang untuk menghilangkan hambatan untuk pengawasan lintas batas.

Kesepkatan tersebut memungkinkan lembaga-lembaga penegak hukum Inggris untuk meminta data perusahaan teknologi AS yang berkaitan dengan teroris, pelecehan seksual anak dan penjahat serius lainnya. Diharapkan akan secara dramatis mempercepat penyelidikan yang mana sebelumnya, proses meminta data dari perusahaan-perusahaan AS bisa memakan waktu mulai dari enam bulan hingga dua tahun. Di bawah perjanjian baru permintaan tersebut dapat dipotong menjadi hitungan minggu atau bahkan beberapa hari saja. Akan tetapi ada satu masalah besar, yaitu pesan yang dikirim melalui layanan menggunakan enkripsi ujung ke ujung, seperti WhatsApp, akan tetap tidak dapat dibaca.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Daily Mail