Nomor Dibajak, Uang Hilang 5000 Pound

Seorang penulis, Jack Monroe mengatakan dia telah kehilangan sekitar 5.000 pound setelah nomor teleponnya dibajak dan diaktifkan kembali pada kartu SIM lainnya. Para penjahat kemudian dapat menerima pesan otentikasi dua faktor dan mengakses rekening bank dan pembayarannya.

Penulis kuliner terlaris tersebut mengatakan dalam sebuah tweet bahwa ia paranoid dengan keamanan dan sudah memiliki langkah-langkah (pengamanan) yang kuat sebelumnya. Seorang juru kampanye privasi mengatakan industri telah gagal mengatasi SIMjacking. Monroe terkenal karena resep murahnya dan dukungannya untuk kampanye anti-kemiskinan. Pada 2017, ia berhasil menggugat komentator sayap kanan Katie Hopkins karena pencemaran nama baik.

SIMjacking, juga dikenal sebagai SIMswapping terjadi ketika penjahat memasukkan nomor telepon ke kartu SIM baru yang kemudian dapat mereka gunakan seolah-olah itu milik mereka. Mereka melakukan ini dengan menyamar sebagai pelanggan yang ingin pindah ke penyedia seluler yang berbeda, tetapi menyimpan nomor telepon yang ada.

Sementara operator ponsel sering meminta informasi pribadi untuk menyelesaikan permintaan, ini bisa berupa data yang sudah ada dalam domain publik – tanggal lahir Monroe, misalnya, ada di Wikipedia. Terkadang individu yang bekerja untuk operator seluler atau toko telepon dapat disuap agar melakukan peralihan. Seringkali petunjuk pertama bagi korban adalah ketika ponsel mereka sendiri berhenti berfungsi.

Bank dan layanan lainnya akan menggunakan pesan teks untuk mengirim kode sebagai lapisan keamanan tambahan ke nomor telepon terdaftar sebelum mengizinkan akses ke akun tertentu sehingga ketika SIMjacking berhasil, penjahat bisa mengakses akun bank dan akun pembayaran lainnya.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Register