Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Protes

Protes berkobar untuk hari kedua di Lebanon meskipun pemerintah telah mundur untuk menerapkan pengenaan pajak terhadap panggilan telepon yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Pemerintah Lebanon sebelumnya telah mengumumkan biaya harian sebesar 0,20 dollar AS untuk panggilan suara yang dilakukan melalui WhatsApp dan aplikasi lainnya. Namun kemudian membatalkan rencana tersebut beberapa jam kemudian di tengah bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa.

Ribuan warga Lebanon telah memprotes, menyerukan pemerintah untuk mengundurkan diri dari penanganan krisis ekonomi. Lusinan warga dilaporkan terluka pada hari Kamis minggu lalu ketika pengunjuk rasa membakar ban dan pasukan keamanan menembakkan gas air mata. Demonstrasi ini merupakan yang terbesar terlihat di Lebanon selama bertahun-tahun.

Pada hari Jumat minggu lalu, Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengatakan negara sedang mengalami masa sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi menyatakan tekadnya untu tidak mengundurkan diri. Dia mengeluarkan tenggat waktu 72 jam untuk mitranya di pemerintahan untuk berhenti menghalangi reformasi.

Pada hari Kamis, pemerintah mengumumkan pajak harian baru untuk panggilan yang dilakukan melalui voice-over-internet-protocol (Voip), yang digunakan oleh aplikasi termasuk WhatsApp, Facebook Messenger dan FaceTime dari Apple. Pemerintah Lebanon mundur beberapa jam kemudian, tetapi protes berlanjut. Seorang warga Lebanon menyatakan bahwa mereka melakukan protes bukan karena WhatsApp saja, tetapi atas segalanya yang terjadi di Lebanon akhir-akhir ini.

Sumber: BBC

Sumber Foto: New Media