Pemerintah Wales Harus Rilis Rincian Penerima Hibah

 

Rincian hibah sebesar 118.000 pound yang diberikan kepada perusahaan yang kemudian terlibat dalam skandal pensiun British Steel harus dirilis oleh pemerintah Wales. Keputusan itu menyusul keluhan wartawan BBC Wales setelah pemerintah Wales menolak untuk mengeluarkan informasi yang diminta. Komisaris Informasi Inggris menyebut argumen pemerintah Wales kontradiktif.

Pada tahun 2014, Pemerintah Wales memberikan hibah sebesar 118.500 pound kepada Celtic Wealth Management yang berbasis di Pontarddulais. Perusahaan tersebut adalah salah satu dari mereka yang dituduh sebagai anggota dari British Steel Pension Scheme saat mereka harus pindah ke skema baru, transfer ke pensiun swasta atau masuk ke Pension Protection Fund mulai 2017.

Di bawah Freedom of Information Act, BBC Wales meminta bukti dari pemerintah Wales tentang bagaimana Celtic Wealth Management telah memenuhi persyaratan hibah serta laporan auditor independen dan rincian lain dari perjanjian hibah. Mereka menolak untuk memberikan rincian itu dan berpendapat bahwa itu akan melanggar kepentingan komersial perusahaan.

Klaim Pemerintah Wales didukung oleh Celtic Wealth Management yang mengatakan akan sangat tidak mungkin bahwa ia akan bertahan sebagai bisnis jika rincian itu dirilis. Seorang jurnalis BBC Wales meminta kepada Pemerintah Wales untuk rincian 118.500 pound yang diberikan kepada perusahaan pada 2014 melalui permintaan FoI. Permintaan tersebut termasuk bukti bagaimana Celtic Wealth Management memenuhi persyaratan hibah serta laporan auditor independen dan rincian lain dari perjanjian hibah. Namun permintaan ini ditolak oleh Pemerintah Wales.

Ketika ditolak, wartawan mengajukan banding ke Komisaris Informasi, yang menyebut argumen Pemerintah Wales  kontradiktif. Komisaris menyimpulkan bahwa Pemerintah Wales gagal menunjukkan hubungan sebab akibat yang jelas antara mengeluarkan perincian dan potensi kerusakan pada kepentingan komersial perusahaan. Rincian tersebut harus bisa dirilis ke publik.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Daily News