TikTok Digunakan ISIS untuk Sebarkan Video Propaganda

Aplikasi berbagi video TikTok tengah digunakan oleh militan ISIS untuk menyebarkan propaganda kepada audiens yang lebih muda. Hal ini dilporkan oleh Wall Street Journal beberapa hari yang lalu. Para pendukung ISIS dilaporkan berbagi video yang memperlihatkan pejuang ISIS dengan senjata dan mayat diarak di jalanan.

Beberapa video, diposting dalam beberapa minggu terakhir, dikatakan telah memasukkan efek augmented reality TikTok yang mengalirkan tanda bintang atau hati di atas konten. Video yang ditandai oleh WSJ tersebut telah dihapus dan 24 akun diblokir. Video-video itu diidentifikasi oleh perusahaan analisis media sosial Storyful.

Imran Ahmed, kepala eksekutif Center for Countering Digital Hate mengatakan bahwa penemuan video tersebut sesuai dengan pola yang telah dilihat selama beberapa tahun dari gerakan-gerakan ekstremis yang berhasil menjajah dan beradaptasi dengan ruang media sosial baru untuk menjangkau khalayak yang besar. TikTok telah menunjukkan ia memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara kontroversial menyensor tema yang ditentang oleh pemerintah China. Karena itu tidak masuk akal bahwa harus mengharapkannya dengan cepat menghapus propaganda teroris.

Video yang diupload juga menampilkan wanita yang menyebut diri mereka jihadist and proud. Dalam satu video orang-orang dikatakan bernyanyi “We pledge allegiance till death.”

Organisasi teroris dan kriminal dilarang menggunakan TikTok. Perusahaan, yang dimiliki oleh Bytedance yang berkantor pusat di Beijing, menggunakan ribuan moderator manusia dan perangkat lunak kecerdasan buatan untuk menjaga konten berbahaya dari platformnya, tetapi kombinasinya tidak selalu berhasil.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph