Tweet Milkshake Burger King Mendorong Perilaku Antisosial

Tweet Burger King yang mengabarkan kepada pelanggan mereka bahwa Burger King menjual milkshake sepanjang akhir pekan telah dilarang karena membiarkan dan mendorong perilaku antisosial. Tweet dari Burger King tersebut telah membuat orang-orang melemparkan milkshake mereka ke sejumlah kandidat pemilihan Eropa. Sebuah outlet McDonald di Edinburgh berhenti menjual minuman sebelum Nigel Farage berpidato di sebuah rapat umum di kota tersebut.

Burger King membela tweet tersebut denga menyebutnya sebagai reaksi penuh perhatian terhadap peristiwa baru-baru ini. Advertising Standards Agency (ASA) mengatakan pihaknya menganggap tweet itu tidak bertanggung jawab.

Postingan pada akun Twitter resmi Burger King tersebut menimbulkan sejumlah insiden berbasis susu yang melibatkan para juru kampanye dalam jalur pemilihan Eropa. Stephen Yaxley-Lennon, yang dikenal sebagai Tommy Robinson, dan kandidat UKIP Carl Benjamin keduanya dipukuli dengan makanan dan minuman selama persiapan jajak pendapat. Mantan pemimpin Liga Pertahanan Inggris Yaxley-Lennon basah kuyup dengan milkshake dua kali dalam dua hari saat ia berkampanye di barat laut Inggris. Beberapa hari setelah penampilannya di rapat umum Partai Brexit di Edinburgh, Farage juga kemudian disiram dengan milkshake selama kampanye di Newcastle.

ASA mengkritik tweet Burger King karena membiarkan dan mendorong perilaku anti-sosial. Dikatakan 24 orang mengeluh bahwa itu tidak bertanggung jawab dan ofensif karena mereka percaya tweet tersebut mendorong kekerasan dan perilaku antisosial. Tweet itu diposting sehari setelah outlet McDonald di Edinburgh memasang tanda untuk mengatakan bahwa itu tidak akan menjual milkshake atau es krim atas permintaan polisi.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Twitter