Diprotes, Penghapusan Akun Twitter Ditunda

Twitter telah mengatakan akan menghentikan sementara rencana untuk menonaktifkan akun tidak aktif setelah adanya serangan balik dari pengguna, sehari setelah mengumumkan rencana untuk penutupan besar akun tidak aktif tersebut. Jejaring sosial itu kemudian mengatakan sekarang tidak akan menghapus akun sampai ada proses untuk  memorialising yang telah meninggal.

Twitter mengakui bahwa mereka tidak memiliki kebijakan yang sudah ada atau tetap terhadap akun tidak aktif dan merupakan bagian yang hilang dari kebijakannya. Perusahaan mengatakan telah mengambil tindakan terhadap akun yang tidak aktif karena masalah regulasi. Twitter mengatakan bahwa seketika nanti memiliki kebijakan, penonaktifan akun akan terjadi di Uni Eropa terlebih dahulu untuk mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR).

Pada hari Senin, Twitter telah mulai menghubungi pengguna yang tidak masuk dalam enam bulan terakhir, memperingatkan mereka bahwa mereka akan menghapus akun mereka kecuali mereka masuk dan menyetujui kebijakan privasi terbaru perusahaan. Setelah adanya laporan dari berbagai media, Twitter mengakui tidak mempertimbangkan masalah potensi gangguan yang akan disebabkan oleh penghapusan akun milik pengguna yang telah meninggal.

Media sosial lain, seperti Facebook, menawarkan proses yang disebut memorialisation di mana anggota keluarga yang diverifikasi atau orang yang dicintai dapat meminta akun pengguna yang meninggal disimpan di jaringan, tetapi dibekukan. Interaksi dengan akun dibatasi untuk membantu mencegah trolling dan penyalahgunaan lainnya. Twitter mengatakan akan membuat alat semacam itu.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Daily News