Facebook Akui Adanya Kelemahan Privasi di Grup

Facebook mengatakan telah menemukan kelemahan privasi baru pada platformnya yang memungkinkan beberapa pengembang aplikasi mengakses data dalam Grup yang seharusnya tidak bisa mereka akses dan miliki.

Facebook sebelumnya telah membatasi seberapa banyak informasi yang dapat dikumpulkan pengembang aplikasi dari Grup setelah peristiwa skandal data Cambridge Analytica. Tetapi kemudian Facebook mengungkapkan bahwa sekitar 100 pengembang telah mempertahankan akses ke data Grup, seperti nama orang dan foto. Facebook tidak mengatakan berapa banyak pengguna yang terpengaruh oleh kelemahan atau cacat tersebut.

Seperti jejaring sosial lainnya, Facebook menyediakan antarmuka pemrograman aplikasi (API) yang memungkinkan pengembang aplikasi menghubungkan kreasi mereka sendiri ke Facebook. Tetapi pada tahun 2018 saat skandal Cambridge Analytica, terungkap di mana pengembang aplikasi bisa memanen data pribadi jutaan orang dengan menciptakan kuis kepribadian di Facebook dan menggunakan data tersebut untuk menargetkan iklan politik.

Pada bulan Oktober, Facebook setuju untuk membayar denda 500.000 pound yang dikenakan oleh pengawas perlindungan data Inggris, untuk perannya dalam skandal itu. Setelah skandal, Facebook membatasi akses ke banyak API, termasuk yang memungkinkan pengembang aplikasi terhubung ke Grup di Facebook.

Dengan izin Facebook, pengembang aplikasi dapat mengakses nama grup, jumlah anggota, dan konten yang posting. Namun, mereka hanya bisa mengakses nama dan foto anggota jika orang secara eksplisit memilih untuk setuju.

Akan tetapi, pada hari Selasa yang lalu Facebook mengungkapkan bahwa sekitar 100 mitra mempertahankan akses setelah perubahan. Dikatakan setidaknya 11 pengembang telah mengakses informasi yang dibatasi dalam 60 hari terakhir. Meskipun Facebook tidak melihat bukti penyalahgunaan, Facebook akan meminta mereka untuk menghapus data anggota yang mungkin mereka simpan dan akan melakukan audit untuk mengonfirmasi bahwa data tersebut telah dihapus.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Liputan6