Google Pecat Karyawan yang Memprotes Kerja Sama dengan US Border Patrol

Pada hari Jumat minggu lalu, sekitar 200 karyawan berunjuk rasa di luar kantor Google di San Francisco untuk menuntut agar dua aktivis pekerja yang ditangguhkan dipulihkan. Pada hari Senin, setidaknya salah satu pekerja yang ditangguhkan mengatakan dia telah dipecat dan juga tiga karyawan Google lainnya.

Rebecca Rivers, seorang insinyur perangkat lunak di Google yang telah terlibat dengan protes internal terhadap pekerjaan Google dengan US Customs and Border Protection (CBP) mengumumkan pemecatan dirinya di Twitter pada Senin sore. Tiga staf Google lainnya juga dipecat pada hari yang sama menurut memo internal perusahaan yang diperoleh Bloomberg.

Para pemimpin tim investigasi keamanan dan Google mengatakan dalam memo itu bahwa pemecatan disebabkan oleh pelanggaran yang jelas dan berulang-ulang terhadap kebijakan keamanan data Google. Google mengkonfirmasi keakuratan memo yang diterbitkan oleh Bloomberg, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Salah satu penyelenggara pemogokan, Meredith Whittaker, menyebut Rivers sebagai pembalasan yang sangat dibutuhkan dalam sebuah tweet. Stephanie Parker, seorang karyawan YouTube saat ini, menyebut pemutusan hubungan kerja tidak manusiawi dan ilegal di Twitter.  Whittaker dan penyelenggara pemogokan lainnya, Claire Stapleton, keduanya meninggalkan Google pada musim panas ini setelah menyatakan bahwa mereka telah dilawan oleh manajemen Google.

Pada rapat umum pada hari Jumat, Rivers mengatakan bahwa dia telah ditanyai oleh tim investigasi tentang keterlibatannya dengan sebuah petisi yang meminta Google untuk tidak memberikan layanan kepada CBP, serta penggunaan media sosialnya.

Protes publik dan pemecatan adalah indikasi terbaru dari meningkatnya keresahan pekerja di Google. Perusahaan telah melihat peningkatan dalam aktivisme karyawan selama dua tahun terakhir, dengan banyak karyawan menuntut pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka digunakan, serta tentang hak-hak mereka sebagai pekerja.

Karyawan telah memprotes sejumlah proyek Google, termasuk kontrak untuk menyediakan alat AI untuk program drone Departemen Pertahanan AS, mesin pencari yang disensor untuk China, dan penyediaan layanan cloud untuk industri bahan bakar fosil. Sekitar 20.000 karyawan melakukan pemogokan karena cara Google dalam menangani kasus pelecehan seksual dan banyak yang telah berbicara tentang penggunaan perusahaan yang disubkontrak secara luas oleh perusahaan dengan hak dan manfaat yang lebih sedikit.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Reuters