Iklan Aplikasi Media Sosial Anak-anak Dilarang Karena Alasan Kesehatan

Sebuah iklan yang menunjukkan bahwa anak-anak dapat memperoleh LIKE dan Follower denga terus menggunakan aplikasi telah dilarang oleh pengawas iklan Inggris. Advertising Standards Authority (ASA) memutuskan bahwa frasa memperoleh LIKE dan Follower untuk naik level dapat memiliki efek yang merugikan pada kesehatan mental dan harga diri anak muda.

Menurut ASA, iklan itu kemungkinan menyebabkan kerusakan dan tidak bertanggung jawab. Sementara PopJam berpendapat bahwa aplikasinya mendorong keterlibatan digital positif. PopJam menunjuk ke cara lain untuk membuat kemajuan melalui aplikasi, seperti dengan berbagi gambar dan ikut serta dalam kuis dan tantangan kreatif.

SuperAwesome Trading, perusahaan di belakang PopJam, berpendapat bahwa aplikasi yang dirancang untuk anak berusia tujuh hingga 12 tahun adalah taman konten sosial berdinding yang dirancang untuk memastikan privasi, keselamatan, dan kesejahteraan anak-anak. Mereka mengatakan bahwa LIKE dan Follower di aplikasi tidak menandakan status sosial, melainkan mereka ada di sana untuk membantu kemajuan melalui level pada aplikasi.

Iklan televisi itu terlihat pada bulan Juli di CITV dengan teks besar yang menyatakan LIKE dan Follower dengan gambar angka yang naik dengan cepat dari 96 menjadi 10.000, sementara sulih suara perempuan menyatakan, “Dapatkan LIKE dan Follower untuk naik level.”

ASA mengatakan dalam putusannya bahwa mereka mmenganggap iklan secara eksplisit mendorong anak-anak untuk mencari LIKE dan Follower untuk naik level melalui aplikasi. Mereka mengakui bahwa ada cara lain untuk naik level dalam aplikasi, tetapi tidak dijelaskan dalam iklan. Iklan tersebut tidak boleh disiarkan lagi dalam bentuk saat ini.

Menurut laporan Ofcom, 78% anak usia 12 hingga 15 tahun merasakan tekanan untuk terlihat populer di media sosial. Hal ini diakui oleh PopJam, tetapi mereka juga mengakui bahwa sembilan dari 10 anak-anak pada usia yang sama menyatakan bahwa media sosial juga membuat mereka merasa bahagia dan lebih dekat dengan teman-teman mereka.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Daily News