Meskipun Dilarang Nasionalis Kulit Putih Tetap Berada di Facebook secara Bebas

Facebook berjanji untuk melarang konten nasionalis berkulit putih dari platformnya pada Maret 2019, membalikkan kebijakan selama bertahun-tahun untuk menoleransi ideologi. Tetapi Red Ice TV sebuah saluran nasionalis kulti putih dan beberapa outlet nasionalis kulit putihlainnya tetap aktif di platform Facebook sampai saat ini.

Sebuah analisis Guardian menemukan halaman Facebook yang sudah sangat lama ada untuk VDare, situs web nasionalis kulit putih yang berfokus pada oposisi terhadap imigrasi, Affirmative Right, rebranding dari blog Richard Spencer Alternative Right yang membantu meluncurkan gerakan alt-right  dan American Free Press, buletin yang didirikan oleh supremasi kulit putih Willis Carto, selain beberapa halaman yang terkait dengan Red Ice TV. Semuanya beroperasi secara terbuka di platform Facebook.

Heidi Beirich, direktur dari Southern Poverty Law Center’s (SPLC) Intelligence Project mengatakan bahwa tidak diragukan lagi bahwa setiap orang dari kelompok tersebut adalah kelompok nasionalis berkulit putih. Bahkan tidak bisa diperdebatkan dan tidak ada alasan untuk tidak menghapus materi mereka.

Kaum nasionalis kulit putih mendukung pembentukan negara-bangsa kulit putih saja, baik dengan mengecualikan imigran non-kulit putih baru dan, dalam beberapa kasus, dengan mengusir atau membunuh warga dan penduduk non-kulit putih. Banyak pendukung kontemporer nasionalisme kulit putih berpijak pada teori konspirasi tentang perubahan demografis dan menganggap keragaman ras atau etnis sebagai tindakan genosida terhadap ras kulit putih.

Facebook menolak untuk mengambil tindakan terhadap halaman mana pun yang diidentifikasi oleh Guardian. Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki untuk menentukan apakah ada dari kelompok-kelompok ini ada yang melanggar kebijakan  terhadap kebencian yang terorganisir. Facebook meninjau organisasi secara teratur terhadap kebijakan  dan semua yang melanggar akan dilarang secara permanen.

Juru bicara itu juga mengatakan bahwa Facebook tidak melarang penolakan Holocaust, tetapi bekerja untuk mengurangi penyebaran konten seperti itu dengan membatasi distribusi posting dan mencegah kelompok dan halaman yang menyangkal Holocaust muncul dalam rekomendasi algoritmik. Batasan seperti itu diterapkan pada dua kelompok penolakan Holocaust yang diidentifikasi oleh Guardian.

The Guardian melakukan tinjauan outlet nasionalis kulit putih di Facebook di tengah perdebatan atas keputusan perusahaan untuk memasukkan Breitbart News di Facebook News, bagian baru dari aplikasi mobile yang didedikasikan untuk jurnalisme berkualitas tinggi. Facebook telah menghadapi tekanan yang signifikan untuk mengurangi distribusi informasi yang salah pada platformnya.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Facebook