Pengguna Fitbit Khawatir Invasi Privasi

Akuisisi Fitbit oleh Google baru-baru ini sebesar 2,1 miliar dollar AS telah membuat banyak pengguna Fitbit khawatir raksasa teknologi tersebut akan segera memiliki akses ke informasi kesehatan mereka yang paling intim, mulai dari jumlah langkah yang mereka ambil setiap hari hingga pola pernapasan, kualitas tidur, atau siklus menstruasi mereka.

Fitbit, yang didirikan di San Francisco pada 2007, melacak data kesehatan dari 28 juta pengguna. Dalam posting blog setelah akuisisi pada hari Jumat yang lalu, Fitbit mengklaim data pengguna tidak akan dijual atau digunakan untuk iklan Google. Menurut pernyataan tersebut, kepercayaan konsumen sangat penting bagi Fitbit. Pedoman privasi dan keamanan yang kuat telah menjadi bagian dari DNA Fitbit sejak hari pertama, dan ini tidak akan berubah.

Namun, puluhan pemakai Fitbit mengeluh di media sosial selama akhir pekan tentang pengambilalihan Google. Google sudah menyimpan banyak informasi tentang pengguna, termasuk data lokasi, riwayat pencarian, dan riwayat menonton YouTube. Perusahaan juga membuat profil iklan pengguna berdasarkan informasi seperti lokasi, jenis kelamin, usia, hobi, karier, minat, status hubungan, kemungkinan berat badan dan pendapatan.

Veronica KB Olsen, seorang peneliti di Cern di Jenewa, mengatakan dia segera meminta datanya dihapus setelah mendengar berita merger tersebut. Karena Olsen berbasis di Eropa, Fitbit diharuskan menghapus datanya jika dia memintanya di bawah Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa, yang mulai berlaku pada tahun 2018. Di bawah GDPR, pengguna juga berhak untuk menyalin data mereka sendiri. .

Namun sebenarnya, pengguna di lokasi mana pun, bahkan di luar Uni Eropa dapat menghapus akun mereka melalui situs web Fitbit. Perusahaan mengatakan akan menghapus data yang terkait dengan akun secara permanen setelah tujuh hari masa tenggang.

Google mendirikan layanan pelacakan kebugaran sendiri, Google Fit, pada tahun 2014, tetapi telah mengandalkan pihak ketiga seperti Fossil dan Tag Heuer untuk menghasilkan jam tangan pintar yang kompatibel dengan Android.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Daily Mail