Popularitas Meningkat, Pendapatan Influencer Melambung

Uang yang dihasilkan oleh para influencer media sosial telah meningkat sangat tajam dalam beberapa tahun terakhir, menurut sebuah laporan baru. Perusahaan pemasaran Izea menemukan harga rata-rata foto yang disponsori di Instagram telah melonjak dari 134 dollar AS pada 2014 menjadi 1.642 dollar AS pada tahun 2019. Merek tampaknya bersedia membayar mahal untuk mensponsori posting, video, cerita, dan blog juga.

Seorang ahli menegaskan meskipun pemasaran dengan influencer meningkat, namun bukan akhir dari periklanan tradisional. Menurut Yuval Ben-Itzhak, kepala eksekutif platform pemasaran media sosial Socialbaker, psemasaran digital adalah setara dari mulut ke mulut, tetapi akan selalu ada campuran antara itu dan periklanan tradisional.

Laporan terbaru tersebut melihat konten yang disponsori di Facebook, YouTube, Instagram dan blog, serta memeriksa tarif yang dinegosiasikan dari 2014 hingga 2019. Dari mikro-influencer, yaitu orang-orang dengan follower kurang dari 100.000 hingga selebriti, ditemukan bahwa ada banyak uang yang bisa dihasilkan.

Di antara temuan itu adalah sebagai berikut:

  •  Biaya rata-rata untuk foto Instagram yang disponsori telah meningkat 44% dari 2018 menjadi 2019 saja.
  • Untuk posting blog yang disponsori biayanya melonjak dari 7,39 dollar AS pada 2006 menjadi 1.442 dollar AS pada 2019.
  • Video YouTube memakan biaya tertinggi, empat kali lipat dari bentuk konten sponsor berikutnya dengan harga tertinggi telah naik dari 420 dollar AS pada 2014 menjadi 6.700 dollar AS pada 2019.
  • Pembaruan status Facebook telah meningkat dari 8 dollar AS pada 2014 menjadi 395 dollar AS pada 2019.
  • Harga posting Twitter telah meningkat dari 29 dollar AS pada 2014 menjadi 422 dollar AS pada 2019.
  • Harga posting blog telah meningkat dari 407 menjadi 1.442 dollar AS.

Perlu diingat bahwa Ketika semakin banyak orang bergabung untuk menjadi influencer media sosial, industri ini telah mendapatkan lebih banyak pengawasan dari regulator. Bulan lalu, tiga influencer yang menggembar-gemborkan produk diet di Instagram  dilarang oleh Advertising Standards Authority, yang menjuluki mereka tidak bertanggung jawab. Pada awal tahun ini, Competition and Markets Authority Inggris memperingatkan bahwa beberapa pos influencer dapat melanggar hukum konsumen jika mereka tidak menjelaskan kapan posting produk yang yang didukung adalah iklan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Wire