TikTok dan Apple Inc. Menolak untuk Bersaksi

Baik TikTok maupun Apple Inc. telah menolak untuk memberikan kesaksian kepada Kongres AS dalam sidang, tentang hubungan mereka dengan (pemerintah) China. Sidang Kongres pada hari Selasa (5/11) dirancang untuk mengeksplorasi hubungan industri teknologi berbasis di AS dengan China dan apakah ada masalah keamanan nasional sebagai akibatnya.

TikTok mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengirim delegasi yang sesuai dalam waktu singkat, tetapi berkomitmen untuk bekerja secara produktif dengan Kongres, sementara Apple Inc. mengatakan tidak punya komentar.

Senator Partai Republik Josh Hawley dalam sebuah tweet-nya mengatakan bahwa dirinya telah mengundang Apple Inc. dan TikTok untuk memberikan kesaksian pada hari Selasa tentang bisnis mereka di dan dengan China dan risiko terhadap konsumen Amerika. Sejauh ini, mereka berdua menolak yang berarti ada sesuatu untuk disembunyikan.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita Axios, Hawley mengatakan dia tidak mempercayai raksasa teknologi tersebut. Sebelumnya di Twitter dia telah mengkritik Apple Inc. karena menghapus emoji bendera Taiwan di Hong Kong dan melarang aplikasi pelacakan polisi yang digunakan oleh pengunjuk rasa di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, platform berbagi video TikTok mengatakan pihaknya berkomitmen untuk bekerja secara produktif dengan Kongres mengenai isu-isu seputar kepentingan keamanan nasional. Sayangnya, dalam waktu singkat mereka tidak dapat memberikan saksi yang akan dapat berkontribusi pada diskusi substantif.

Dalam pernyataan sebelumnya, pada bulan Oktober, TikTok mengatakan bahwa mereka tidak pernah diminta oleh pemerintah China untuk menghapus konten dan akan menolak permintaan semacam itu. Mereka juga mengatakan data pengguna AS semuanya disimpan di Amerika Serikat. TikTok mengatakan 60% pengguna di AS berusia antara 16 dan 24.

Pekan lalu, dilaporkan TikTok sedang menjalani tinjauan keamanan nasional atas pembelian aplikasi Musical.ly. Perusahaan induknya, ByteDance, membeli Musical.ly dengan harga  1 miliar dollar AS pada tahun 2017.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Apple