China Wajibkan Pindaian Wajah untuk Memperoleh Layanan Ponsel

China bertekad untuk selalu menghubungkan identitas dunia nyata dengan dunia digital. Mulai pada 1 Desember 2019, siapa pun yang mendaftar untuk kontrak telepon seluler atau data seluler baru diwajibkan untuk tidak hanya memperlihatkan kartu ID nasional mereka, tetapi juga menyerahkan wajah mereka untuk dipindai untuk memverifikasi identitas.

Tampaknya hal ini dimaksudkan untuk mengurangi penipuan, namun tidak hanya itu, wajib memindai wajah ini juga mengurangi kemampuan pengguna untuk menggunakan layanan telepon secara anonim karena akan jauh lebih mudah bagi pemerintah China untuk membungkam para pembangkang.

Kewajiban memindai wajah ini juga  mengadung masalah privasi. China dikenal menggunakan pengenalan wajah untuk melacak dan menekan etnis minoritas, dan juga menggunakannya terhadap hampir semua orang untuk melihat pelancong dan mobil yang ada dalam daftar hitam yang dikelola pemerintah.

Tidak jelas bahwa pemrintah China akan menyingkirkan pemindaian wajah setelah proses verifikasi dilakukan, namun tentu saja hal ini berpotensi menambahkan lebih banyak data sensitif. Apakah pemindaian hanya berguna untuk pengawasan, namun yang jelas data wajah tersebut bisa menjadi target utama bagi peretas yang ingin foto untuk membantu penipuan.

Jeffrey Ding, seorang peneliti pada kecerdasan buatan China di Oxford University, mengatakan bahwa salah satu motivasi China untuk menyingkirkan nomor telepon dan akun internet anonim adalah untuk meningkatkan keamanan cyber dan mengurangi penipuan internet. Tetapi kemungkinan motivasi lain adalah untuk melacak populasi dengan lebih baik.

China sering digambarkan sebagai negara surveillanca karena pada tahun 2017 memiliki 170 juta kamera CCTV di seluruh negeri dengan target 400 juta yang baru pada tahun 2020. Negara ini juga membuat sistem kredit sosial untuk menjaga skor perilaku dan interaksi publik semua warganya dalam satu basis data.

Tujuannya adalah bahwa pada tahun 2020, setiap orang di China akan terdaftar dalam basis data nasional yang luas yang mengumpulkan informasi fiskal dan pemerintah untuk memberikan peringkat bagi setiap warga negara. Pengenalan wajah memainkan peran penting dalam sistem pengawasan dan telah dipuji sebagai cara untuk menangkap buronan. Tahun lalu, media mencatat bahwa polisi dapat memilih buron dari kerumunan 60.000 di sebuah konser menggunakan teknologi.

Sumber: BBC dan Engadget

Sumber Foto: BBC