Hacker Travelex Minta Tebusan 3 Juta Dollar AS

Minggu yang lalu, layanan spesialis mata uang asing Travelex dilaporkan telah diserang oleh hacker. Serangan dunia maya seminggu yang lalu tersebut yang memaksa perusahaan untuk mematikan semua situs web globalnya.

Hacker diperkirakan menuntut sekitar 3 juta dollar AS untuk memberikan perusahaan akses ke sistem komputernya setelah mereka menyerang menggunakan ransomware Sodinokibi pada 31 Desember.

Hacker juga dilaporkan mengancam akan merilis data pribadi pelanggan yang besar 5GB yang di dalamnya termasuk nomor jaminan sosial, tanggal lahir dan informasi kartu pembayaranke dalam domain publik kecuali perusahaan membayar tebusan.

Masalah ini telah memaksa bank yang menggunakan layanan penukaran mata uang asing Travelex untuk berhenti menerima pesanan online untuk mata uang. Bank yang terpengaruh adalah Bank Sainsbury, Bank Tesco, Virgin Money, dan First Direct. Situs Travelex telah offline selama seminggu dan perusahaan menyediakan layanan valuta asing secara manual di cabang-cabangnya.

Travelex yang berbasis di London, telah hadir di lebih dari 70 negara dengan lebih dari 1.200 cabang dan 1.000 ATM di seluruh dunia. Layanannya memproses lebih dari 5.000 transaksi mata uang setiap jam. Grup perusahaan ini yang didirikan pada tahun 1976 dan dimiliki oleh platform pembayaran global Finablr, yang terdaftar di London Stock Exchange, tetapi berbasis di Uni Emirat Arab.

Sumber: The Guardian