Diserang Ransomware, Pipa Gas AS Tutup Dua Hari

Serangan ransomware pada fasilitas gas alam AS membuat pipa gas alam tersebut harus ditutup selama dua hari. Hal tersebut diungkapkan oleh Department of Homeland Security AS (DHS). Namun, DHS tidak menyebutkan nama fasilitas atau mengatakan kapan serangan itu terjadi.

Tautan jahat yang dikirim ke staf di fasilitas gas alam tersebut akhirnya menyebabkan penutupan seluruh aset pipa. Serangan tersebut sangat parah sebagian karena organisasi tersebut tidak siap untuk serangan seperti itu.

Seringkali, jaringan operasional yang menjalankan komputer di pabrik dipisahkan dariĀ  TI, tetapi tidak dalam kasus ini yang berarti infeksi ransomware diizinkan menyebar. Ransomware biasanya mengenkripsi file di komputer korban dan meminta pembayaran sebelum menawarkan untuk membuka kunci, meskipun tidak ada jaminan bahwa penjahat cyber yang mengembangkan perangkat lunak tersebut akan setia pada kata-kata mereka.

Serangkaian serangan ransomware telah mengganggu berbagai organisasi AS baru-baru ini dari otoritas lokal ke rumah sakit hingga ke pangkalan maritim. Dalam hal fasilitas gas alam ini hanya satu kantor yang menjadi target, tetapi kantor yang lain di wilayah yang berbeda terpaksa ditutup juga.

DHS mengatakan organisasi yang terkena dampak belum mempersiapkan serangan cyber seperti ini di mana rencana tanggap darurat hanya difokuskan pada semua jenis serangan fisik. Konsekuensinya, latihan tanggap darurat juga gagal memberi karyawan pengalaman membuat keputusan dalam menghadapi serangan dunia maya.

Sumber: BBC